Pasific Pos.com | Dandrem 174/ATW Kunjungi Rumah Duka Korban Konflik Nelayan

  |  24 October, 2017

Dandrem 174/ATW mengunjungi korban kerusuhan antar nelayan di RSUD Timika. Dandrem 174/ATW mengunjungi korban kerusuhan antar nelayan di RSUD Timika.

Dandrem 174/ATW Kunjungi Rumah Duka Korban Konflik Nelayan

Lintas Daerah Penulis  Jumat, 11 Agustus 2017 16:37 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Timika,  Komandan Korem 174/ATW, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan mengunjungi kediaman Almarhum Theodorus Cakakem di kampung Asmat Pomako. Alm. Theodorus adalah korban meninggal akibat tertembak saat terjadinya pertikaian antar nelayan di Pomako.

Danrem 174/ATW bersama Kasi Intel Korem 174/ATW,  Kol Inf Ayub Akbar dan Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Windarto tiba di rumah duka  disambut keluarga duka dan tokoh masyarakat Asmat
Pada kesempatan tersebut Asep menyampaikan bahwa dirinya datang langsung dari Merauke ke Timika setelah mendapat laporan atas kejadian ini untuk menyampaikan rasa belasungkawa yang sangat mendalam mewakili institusi TNI AD. " Kejadian ini tidak kita inginkan bersama dan ada anggota kita juga yang menjadi korban dalam kejadian tersebut," ujar Dandrem.

Jenderal berbintang satu ini berharap pihak keluarga korban dapat berbesar hati dan secara bersama mengajak mendinginkan suasana jangan sampai ada pihak lain yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan lain.
Sebagai bentuk simpati kepada keluarga korban Brigjen Asep juga memberikan bantuan kepada keluarga korban yang diterima langsung oleh keluarga diwakili Adam Shir.

Dandrem berharap agar pihak keluarga dapat menerima bantuan yang diberikan kami dan kami akan melihat apa yang diperlukan dalam kegiatan doa yang akan dilaksanakan.
Tak lupa Asep mengajak semua yang hadir mendoakan almarhum dan yang luka agar segera sembuh serta menjaga situasi yang kondusif bersama sama.

Sementara itu akibat kerusuhan antar kelompok nelayan di Pomako Timika pada tanggal 9 Agustus juga mengakibatkan dua orang Prajurit TNI terluka a.n Serka Yusuf luka bacok di kepala saat bergumul dan dikeroyok massa sehingga terpaksa yang bersangkutan mengeluarkan tembakan. Adapun Kopda Andi bernasib lebih buruk dari yang dialami oleh atasannya, Andi menderita luka bacok di kepala luka sabet di lengan dan luka di punggung akibat tusukan tombak.

Menurut Diagnosa dokter yang merawat di RSUD Timika Kopda Andi berpotensi mengalami cacat seumur hidup lumpuh total karena akibat luka tusuk di punggung telah merusak beberapa saraf tertentu hingga saat ini kedua kakinya tidak bisa digerakkan. Untuk mendapat perawatan medis yang lebih baik rencana hari ini tanggal 11 Agustus Andi akan dievakuasi ke Surabaya. (Fani)

Dibaca 66 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini