Terkait Insiden Pomako, Kodam Kirim Tim Investigasi

  |  August 18, 2017

Suasana kerusuhan antar warga nelayan di Kantor Polsek KPL Pomako Timika, Rabu (9/8). Suasana kerusuhan antar warga nelayan di Kantor Polsek KPL Pomako Timika, Rabu (9/8).

Terkait Insiden Pomako, Kodam Kirim Tim Investigasi

Headline Written by  Kamis, 10 Agustus 2017 19:22 font size decrease font size increase font size 0
Rate this item
(0 votes)

JAYAPURA – Kodam XVII/Cenderawasih mengirim tim Investigasi untuk melakukan penyelidikan atas kasus penembakan seorang warga oleh oknum TNI ketika terjadi kerusuhan antar warga di Kantor Polsek KPL Pomako Timika, Rabu (9/8).

Dimana dalam kerusuhan itu seorang warga bernama Theo Cikatem tewas terkena timah panas dan satu warga lainnya atas nama Rudi mengalami luka tembak, yang saat ini sedang mengalami perawatan secara intensif.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf. Muhammad Aidi saat dikonfirmasi via selulernya, Kamis (10/8/2017) mengatakan, tim Investigasi yang dikirim ke Pomako, kabupaten mimika ini dipimpin langsung oleh Danrem 174/ATW Brigjen TNI Asep Gunawan.

“Tim investigasi ini sudah tiba. Mereka datang untuk mengumpulkan sejumlah keterangan saksi dan bukti kuat,” jelas Kapendam.
Untuk anggota TNI yang diduga terlibat dalam kasus penembakan terhadap warga sudah langsung ditarik ke Pomdam XVII/Cenderawasih untuk dimintai keterangan.

Sementara lanjutnya, dua anggota TNI yang terluka dalam kasus keurusuhan di Pomako berencana akan diperiksa usai menjalani perawatan medis di RSUD Mimika.
Kapendam menjelaskan, insiden penembakan oleh oknum TNI berawal dari aksi serang antara warga di halaman Kantor Polsek KPL Pomako. Dalam aksi itu, beberapa anggota TNI dari Unit Intel Korem 174/ ATW yang bertugas memonitor situasi selanjutnya membantu aparat kepolisian melerai kedua kelompok massa yang terlibat saling serang itu.

Namun dua anggota TNI yang berada di sekitar lokasi kejadian bernama Serka Y dan Kopda A tiba-tiba diserang warga dengan alat tajam. Bahkan berupaya merampas senjata milik Serka Y hingga terjatuh.
“Untuk mengantisipasi terjadi perampasan, maka Serka Y terpaksa mengeluarkan tembakan hingga mengenai salah satu warga bernama Rudi, sedangkan Serka Y dan Kopda A mengalami luka bacok pada bagian kepala,” jelasnya.
 
Ia menegaskan, pada saat peristiwa itu,  Serka Y dan Kopda A hampir mati akibat amukan massa. Bahkan dikejar oleh massa,  namun karena terdesak terpaksa melakukan penembakan peringatan keatas.
Massapun beringas sehingga terpaksa menembakan sebanyak dua kali mengenai perut dan lengan . “Jadi penembakan ini murni pembelaan diri dari amukan massa,” tukasnya.

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP. Victor Mackbon mengatakan, insiden kerusuhan di pomako berawal dari pertemuan antara warga nelayan pribumi dan pendatang di kantor Polsek KPL Pomako.
Dimana peristiwa itu diduga karena adanya perselisihan terhadap wilayah operasi penangkapan ikan. Namun ketika dilakukan pertemuan, tiga oknum warga tengah dipengaruh minuman keras sehingga membuat keributan hingga akhirnya dikeroyok oleh kelompok nelayan pendatang.

Tak terima dengan aksi itu, akhirnya rekan-rekan korban melakukan penyerangan balik terhadap kelompok nelayan pendatang yang bersembunyi di kantor Polsek KPL Pomako.
Namun dalam insiden itu, terjadi insiden penembakan oleh anggota TNI akibat diserang warga saat bertugas di sekitar Polsek KPL Pomako. "Kebutulan ada dua anggota TNI yang menjalankan tugas disitu dianiaya oleh kelompk massa,” katanya.

Lanjut Kapolres, anggota tersebut sempat menyebut bahwa mereka merupakan anggota TNI.  Massapun beringas sehingga salah satu dari anggota TNI dibackok dan ditombak. “Satu anggota TNI sempat melarikan diri, namun tetap dikejari sehingga terpaksa mengeluarkan tembakan mengarah kepada para pelaku,” tukasnya.

Dalam aksi keributan itu, 120 KK mengungsi dari Pomako ke Timika lantaran takut kerusuhan kembali terjadi. “Hingga kini masih melakukan komunikasi dengan kedua kelompok untuk tak kembali melakukan aksi saling serang,” pungkasnya.

Read 33 times

Tinggalkan Komentar

Pastikan anda memasukan semua informasi yang diperlukan, yang bertanda (*). kode HTML tak diizinkan.