Pasific Pos.com | Dinas PU Papua Perlebar Drainase Sepanjang Jalan CV Thomas

  |  23 October, 2017

Kepala Dinas PU Papua, Djuli Mambaya. Kepala Dinas PU Papua, Djuli Mambaya.

Dinas PU Papua Perlebar Drainase Sepanjang Jalan CV Thomas

Info Papua Penulis  Kamis, 10 Agustus 2017 18:07 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua akan melakukan pelebaran drainase di sekitar ruas jalan raya Abepura depan CV. Thomas Entrop, Distrik Jayapura Selalatan.
Hal demikian, guna meminimalisasir masalah banjir yang kerap melanda Kota Jayapura saat hujan berkepanjangan.  “Sudah kita koordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XVIII untuk melakukan pelebaran drainase. Diantaranya pada ruas jalan sekitar CV. Thomas Entrop, kemudian mengalirkan air dari sisi jalan satu ke yang lain (crossing)”.

 “Yang jelas harus ada pelebaran drainase, kita harap tak akan ada masalah banjir lagi saat hujan di Kota Jayapura,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Papua Djuli Mambaya kepada wartawan di Kantor DPR Papua, Kamis (10/8) siang.

Dikatakan Djuli, saat banjir melanda Kota Jayapura di beberapa titik beberapa waktu lalu, pihaknya  bersama kepala daerah setempat, langsung turun lapangan melakukan langkah-langkah penanganan.
 “Saya langsung turunkan mobil tangki penyemprot air untuk membersihkan sekolah SMU IV yang ada di Entrop”.

 “Kemudian saya berkeliling dan melihat ada tanggul jebol di lokasi sekitar SMU IV. Sehingga dalam waktu dekat saya akan minta pihak ketiga untuk membangun tanggul itu. Dengan harapan bisa meminimalisir banjir di masa mendatang,” harap dia.

Sementara itu, Sekda Papua Hery Dosinaen mendorong pemindahan ibukota ke wilayah Koya, Distrik Muara Tami. Pemindahan ini dikarenakan masalah bencana banjir yang kerap melanda Kota Jayapura saat hujan berkepanjangan.
Banjir tersebut diduga akibat tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta adanya penebangan hutan secara liar yang kian marak (di wilayah hutan lindung cyclop).

 “Untuk itu, saya minta kepada masyarakat agar mulai sadar dan harus ada perubahan kedepan. Mengingat, pembangunan yang terjadi juga akibat semakin padatnya jumlah penduduk. Alhasil konsekuensinya adalah banjir”.
"Sebab biasanya akibat pembangunan dengan rumah penduduk yang berhimpit-himpitan, maka akan mempengaruhi resapan air tanah. Belum lagi kalau ada penebangan liar, tentu bisa menghasilkan bencana,” kata dia. (Bams)

Dibaca 49 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini