PAD Papua Pada APBD Tahun 2017 Meningkat

  |  August 18, 2017

Penyerahan materi sidang dari Sekda Papua, Hery Dosinaen kepada Ketua DPR Papua Yunus Wonda. Penyerahan materi sidang dari Sekda Papua, Hery Dosinaen kepada Ketua DPR Papua Yunus Wonda.

PAD Papua Pada APBD Tahun 2017 Meningkat

Info Papua Written by  Kamis, 10 Agustus 2017 17:52 0
Rate this item
(0 votes)

JAYAPURA,- Pendapatan Daerah pada APBD Induk tahun anggaran 2017 yang direncakana sebesar Rp 13,9 trliun mengalami peningkatan sebesar Rp 183,6 miliar menjadi sebesar Rp 14.1 miliar yakni pada pos Pendapatan Asli Daerah mengalami peningkatan sebesar Rp 54 miliar menjadi sebesar Rp 1.3 triliun dari anggaran semula sebesar Rp 1.3 triliun, pada pos.

Dana Perimbangan direncanakan sebesar Rp 4.4 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 124 miliar menjadi sebesar Rp 4.5 triliun dan pada pos lainnya pendapatan daerah yang sah direncanakan sebesar Rp 8 triliun.
Demikian dikatakan Gubernur Papua Lukas Enembe dalam pidato pengantar Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Papua tentang pertanggungjawaban pelaksaaan APBD Tahun anggaran 2016 dan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 serta Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Non APBD  yang dibacakan Sekda Papua Hery Dosinaen di Ruang Sidang DPR Papua, Kamis (10/08/2017) kemarin.

Sekda mengatakan kenaikan juga ini berasal dari pos Belanja Tidak Langsung yang mengalami peningkatan sebesar Rp 85,5 miliar dari Rp8 triliun menjadi Rp8,1 triliun.
Selain itu, peningkatan juga berasal dari Belanja Langsung yang direncanakan pada APBD Induk dianggarkan hanya sebesar Rp 7 triliun, namun mengalami kenaikan Rp 520 miliar menjadi Rp 7,5 triliun.
Menurut Hery, pada pos Belanja Pegawai (non gaji) mengalami penurunan sebesar Rp 152 juta dari anggaran semula sebesar Rp 279 miliar menjadi Rp 278 miliar.

Lalu pada pos Belanja Barang dan Jasa mengalami kenaikan sebesar Rp 592 miliar dari anggaran semula sebesar Rp 3,2 triliun menjadi Rp 3,7 triliun.
Dia menuturkan pada pos Belanja Modal juga terjadi penurunan sebesar Rp 70 miliar menjadi Rp 3,4 triliun dari anggaran semula sebesar Rp 3,5 triliun.

Sedangkan pendapatan daerah pada APBD Induk TA 2017 yang direncanakan sebesar Rp 13,9 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp 183 miliar menjadi Rp 14,1 triliun yakni pada pos Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.

Dia menambahkan berdasarkan perimbangan dan pendapatan belanja daerah tersebut, maka posisi defisit APBD tahun anggaran 2017 mengalami perubahan secara agregat minus sebesar Rp1,5 triliun.
Pada kesempatan itu, Gubernur menegakaskan, birokrasi merupakan penggerak utama pembangunan. Dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, maka dapat dipastikan visi dan misi dapat tercapai.  “Saya ulangi, birokrasi adalah penggerak utama pembangunan,” ungkapnya.

Dijelaskannya dalam rangka meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pembangunan dan pemerintah daerah.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, kita telah meluncurkan dan implementasi e-Goberment Ppaua yang mendapat apresiasi dari KPK dan menjadikan Papya yang terdepan dalam penerapan e-Government di Indonesia Timur,” jelasnya.
Sementara mengenai kualitas sumber daya manusia Papua yang sehat dan berpestai, dimana tren perubahan indicator indeks pembangunan manusia (IPM) yakni adanya peningkatan dari 56,25 di tahun 2013 menjadi 58,05 poin pada tahun 2016.

Hal tersebut juga terjadi pada peningkatan taraf ekonomi masyarakat berbasis ekonomi lokal, dimana pertumbuhan ekonomi Papya kian membaik, tingkat kemiskinan turun dari 31,52 persen di tahun 2013 menjadi 28,40 persen pada tahun 2016.  “Tingkat Gini rasio yang mencapai 0,39 pada tahun 2016 dibandingkan Gini rasio tahun 2013 yang mencapai 0,42,”katanya.
Sementara konektivitas antara kawasan dan antar daerah turut mengalami peningkatan, hal ini terlihat pada pembangunan jaringan transportasi semakin dipacu dan dipercepat. Hal ini dilakukan untuk menerobos keterisolisasian wilayah, dimana tingkat konektivitas antara wilayah mencapai 64,29 persen.

Read 22 times

Tinggalkan Komentar

Pastikan anda memasukan semua informasi yang diperlukan, yang bertanda (*). kode HTML tak diizinkan.