Dinkes Papua Bagikan Satu Juta Kelambu Antimalaria di Kabupaten/Kota

  |  August 18, 2017

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes

Dinkes Papua Bagikan Satu Juta Kelambu Antimalaria di Kabupaten/Kota

Pendidikan & Kesehatan Written by  Kamis, 10 Agustus 2017 17:49 0
Rate this item
(0 votes)

Jayapura,- Dinas Kesehatan  (Dinkes) Provinsi Papua membagikan 1,2 juta kelambu antimalaria ke kabupaten/kota. Kelambu yang dibagikan ke masyarakat Papua ini guna mencegah penyebaran malaria.  
“Sasaran kita tentu untuk program eliminasi malaria, saya sudah sampaikan kepada masyarakat  yang bahwa kelambu malaria harus digunakan dengan baik,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giyai, MKes usai membuka kegiatan sosialisasi kelambu masal maria di Hotel Sahid Papua, kemarin.

Kelambu yang dibagikan nanti harus diikat betul saat hendak digunakan, dia menambahkan.  "Petugas kesehatan yang membagikan kelambu antimalaria akan mensosialisasikan cara ikat dan pemakaiannya," ujar dia.
Dr. Alo Giyai mengharapkan, bantuan  dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat, bagaimana cara memasang untuk digunakan pada malam hari, kita harus antipasi jangan sampai kelambu ini digunakan untuk jaring ikan.
Dinkes menargetkan pada tahun 2020 mendatang bakal dilakukan evaluasi tahap pertama program eliminasi malaria, dan untuk evaluasi  tahap kedua bakal dilaksanakan pada tahun 2025.

Sementara itu, Kepala  Unit Pelaksana Teknis (UPT) AIDS,TB dan Malaria (ATM) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Berry S Wopari menyebutkan malaria merupakan salah satu penyakit merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat.

“Penyakit ini berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan berpengaruh terhadap peningkatan angka kesakitan dan kematian ibu hamil maupun melahirkan, bayi dan balita,”ungkapnya.
Di Provinsi Papua, kata dia lagi, tingkat kesakitan malaria termasuk dalam tingkat endemisitas tinggi, dengan Annual Parasit Incidence (API) 49/1.000 penduduk.

Pada tingkat kabupaten/kota di Papua, endemisitas bervariasi. Dari 28 kabupaten dan satu kota yang ada, terdapat 20 kabupaten endemis sedang dan tinggi, tujuh kabupaten API enam sampai 22 persen di antaranya potensial mencapai pengendalian tahap pre-eliminasi.

Tujuh kabupaten API enam sampai 22 persen di antaranya potensial mencapai pengendalian tahap pre-eliminasi, yakni Kabupaten Paniai, Mamberamo Tengah, Jayawijaya, Mappi, Merauke, Intan Jaya, dan Kabupaten Biak Numfor.
Sedangkan 13 kabupaten masih berada pada pengendalian tahap akselerasidengan API lebih dari 40 persen, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Nabire, Kepulauan Yapen, Mimika, Bovendigul, Asmat, Sarmi, Waropen, Supiori, Mamberamo Raya, dan Kabupaten Keerom.

Dia menuturkan, salah satu cara untuk mengurangi faktor risiko penularan malaria adalah dengan pemakaian kelambu antinyamuk yang dibagikan kepada penduduk yang berdomisili di daerah endemis tinggi dan rendah yang masih terjadi penularan malaria.

"Secara nasional, terdapat dua jenis kegiatan distribusi kelambu yaitu program rutin dan program kampanye atau distribusi massal," ujarnya pula. Ia menambahkan, program rutin adalah distribusi kelambu untuk ibu hamil dan pada bayi yang lengkap imunisasinya.
Sedangkan pekan kelambu massal adalah kegiatan pendistribusian kelambu antinyamuk kepada seluruh masayarakat yang berdomisili di daerah endemis malaria.

Read 11 times

Tinggalkan Komentar

Pastikan anda memasukan semua informasi yang diperlukan, yang bertanda (*). kode HTML tak diizinkan.