Pasific Pos.com | Masyarakat Nelayan Rusuh, Satu Orang Tewas Tertembak

  |  24 October, 2017

Korban Theo Cikatem sempat mendapat perawatan medis sebelum meninggal. Korban Theo Cikatem sempat mendapat perawatan medis sebelum meninggal.

Masyarakat Nelayan Rusuh, Satu Orang Tewas Tertembak

Headline Penulis  Kamis, 10 Agustus 2017 17:24 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, Kerusuhan antara masyarakat nelayan suku Kamoro/Asmat dengan masyarakat nelayan pendatang terjadi halaman Polsek KP3 Laut Pomako kabupaten Mimika. Kerusuhan ini terjadi Rabu (9/8) sore.
Akibat kerusuhan ini satu anggota masyarakat atas nama Theo Cikatem meninggal dunia akibat tertembak aparat keamanan yang saat itu berada di lokasi.

Kepala penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cendrawasih, Letnan Kolonel Inf Muhammad Aidi, S.I.P saat dihubungi melalui telephon selullernya membenarkan adanya masyarakat yang tertembak anggota unit intel Korem 174 saat kerusuhan tersebut.

Kapendam menerangkan bahwa pihak Kodam XVII/Cendrawasih telah mengambil langkah, dengan mengamankan yang diduga sebagai pelaku penembakan. "Hari Kamis pagi ini, Komandan Korem 174/ATW Brigjen  TNI Asep Gunawan beserta Tim langsung terjun ke lapangan untuk melaksanakan pengumpulan keterangan," ujar Kapendam.

Kapendam menerangkan kronologis kejadian, bahwa Rabu kemarin sekitar pukul 15.30 WIT di pelabuhan umum Poumako, Timika telah terjadi aksi serang antara nelayan pribumi suku Kamoro/Asmat dengan  nelayan pendatang.
Kejadian bermula pada saat ketua kampung RT 08, Adam Cir dan ketua nelayan , Semi Warnuse datang ke polsek  KP3 Laut untuk membicarakan masalah perijinan mencari ikan nelayan non Papua yang disepakati oleh kepala kampung.
Namun tak lama berselang, masyarakat pribumi langsung masuk  ke polsek KP 3 Laut berjumlah 3 orang membuat onar, kemudian masyarakat tersebut ditarik dan dipukul oleh masyarakat nelayan pendatang.

Masyarakat pendatang berteriak  "Kalau merah merah sudah saat ini" . Ucapan tersebut memancing emosi masyarakat pribumi Asmat/kamoro.
Masa gabungan dari suku Kamoro/Asmat berkumpul dan menyerang nelayan pendatang, merusak fasilitas umum, menjarah perahu dan isi pemukiman nelayan pendatang. Nelayan Kamoro ini juga melempari kantor polsek KP3L dengan batu, kayu, tombak dan panah.

Pada  saat yang bersamaan Serka Y yang berada di halam kantor Polsek KP3L bertugas untuk memonitor situasi berusaha membantu aparat kepolisian menenangkan massa, namun Karena masyarakat semakin anarkis Serka Y yang merasa terpojok kemudian mengeluarkan pistolnya, tiba-tiba ada seseorang yang memeluk Serka Y dari belakang dan mencoba merampas senjata hingga mengakibatkan Serka Y terjatuh dan menembak sebanyak  dua kali. Selanjutnya Serka Y lari masuk kedalam Polsek KP3L.

Akibat kejadian ini 2 orang  masyarakat mengalami luka tembak. Kedua orang tersebut,  Theo Cikatem  (20) meninggal dunia akibat  luka tembak di bagian perut  dan Rudi (31) mengalamu luka tembak bagian tangan sebelah Kanan.
Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD timika oleh aparat keamanan untuk mendapatkan perawatan medis.
Sedangkan 2 orang anggota TNI juga terluka akibat amukan massa atas nama  Serka Y dan Kopda A masing luka bocor di kepala. (Fani)

Dibaca 128 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Berita Terkini