Pengerjaan Jembatan Holtekamb Sudah 74 Persen | Pasific Pos.com

| 22 November, 2017 |

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Papua, Ir Osman H Marbun, MMT Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Papua, Ir Osman H Marbun, MMT

Pengerjaan Jembatan Holtekamb Sudah 74 Persen

Info Papua Penulis  Senin, 31 Juli 2017 02:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,– Pembangunan jembatan Holtekamb yang disebut-sebut sebagai salah satu iconnya Provinsi Papua, telah masuk 74 persen pelaksaan pekerjaannya. Menurut  Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Papua, Ir Osman H Marbun, MMT pemerintah tetap berkomitmen penyelesaian progress pembangunnya hingga 2018 mendatang.

“Progressnya, sudah mencapai 74 persen. Kita harapkan kontraknya bisa selesai lebih cepat dari rencana. Mudah-mudahan Oktober 2018 jembatan bisa selesai,” kata Osman Marbun, belum lama ini
Tahun 2017, kata Oesman, BBPJN XVIII Papua  mengalokasikan anggaran sebesar Rp 300 miliar. Anggaran tersebut untuk pembiayaan bagunan bentang tengah jembatan yang ditangani APBN, dimana total pembiayaan secara keseluruhannya sebesar Rp858 miliar.
Sedangkan, untuk jembatan aksesnya, lanjut Osman Marbun, merupakan kerjasama antara Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura atau sharing dana dengan total panjang bentangan mencapai 733 meter.
 “BBPJN XVIII menangani sepanjang 433 meter untuk bentang tengahnya,” kata Osman Marbun.
Menurutnya, jembatan Holtekamp tentu dapat menjadi iconnya Papua, khususnya Kota Jayapura, karena nantinya menjadi jembatan terpanjang dengan bentangan mencapai 733 meter.
Soal batu yang harus didatangkan dari luar Papua? Osman mengakui jika memang batu pecahnya didatangkan dari Bitung, karena mutu betonnya tinggi mencapai K-500.
“Jadi, untuk mutu beton tinggi kita ambil dari Bitung, sebab batunya disini kurang keras. Kalau mutu bangunan gedung biasa itu mencapai K-250 sampai  K300 atau jembatan biasa itu bisa, tapi mutu beton kelas tinggi mencapai K-500 sehingga harus mengambil batu pecah dari Bitung atau Palu,” jelasnya.
Pembangunan jembatan Holtekam yang dirancang dengan pelengkung rangka baja ini, diakui Osman bertujuan untuk mengembangkan wilayah pemukiman perkotaan di Jayapura ke wilayah Holtekam atau Distrik Muaratami.
Selain itu, untuk mempersingkat waktu tempuh sehingga dibangun jembatan tersebut. “Ini juga menjadi lintas perbatasan ibukota dengan PNG sehingga ada peningkatan ekonomi khususnya perdagangan dan jika bisa menjadi ikon ibu kota provinsi dan tujuan wisata tidak hanya dari dalam daerah tapi luar negeri juga,” imbuhnya. (Tiara)

Dibaca 112 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.