Perusahaan Luar Banyak Nongkrong di Papua | Pasific Pos.com

| 27 June, 2019 |

Perusahaan Luar Banyak Nongkrong di Papua

Ekonomi & Bisnis Penulis  Selasa, 30 Mei 2017 06:29 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA, – Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Papua mengklaim perusahaan jasa konstruksi asal pulau Jawa dan Sulawesi lebih banyak nongkrong di Papua.
 “Hal ini terjadi karena beberapa perusahaan jasa konstruksi lokal Papua belum mampu dalam menajemen perusahaan ditambah lagi kurangnya SDM,” kata Wakil Ketua II LPJK Papua, Duha Awalludin belum lama ini.


Ironisnya,  beberapa perusahaan jasa konstruksi yang begerak di Papua tidak dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang sah, seperti tidak memiliki alat berat, tidak memiliki tenaga ahli yang berkompeten di bidangnya.
 “Karena tidak memiliki fasilitas tambah kurang SDM maka perusahaan lokal melakukan KSO yang bekerjasama dengan Joint Omperation/Jo. Jadi mereka kebanyakan dari perusahaan Pulau Jawa dan Makassar dengan membuka cabang di Papua,” katanya.
Salah satu perusahaan dari luar membuka kantor cabang di Papua yakni, perusahaan PT.Modern.  “Jadi menurut saya hal yang manusiawi karena jika dipaksakan perusahaan lokal belum mampu. Mungkin kalau uang pasti ada karena bisa pinjam ke Bank tapi tenaga ahli dan lainnya tidak ada sehingga harus ambil dari luar,” katanya.
Menurutnya, perusahaan luar membuka cabang di Papua sangat penting dilakukan pengingat perusahaan lokal belum mampu sehingga ketika perushaan luar masuk maka bisa melakuka n JO dalam mengelola proyek.
Apalagi saat ini Pemerintah Provinsi Papua selalu mengedepankan affirmasi action Kepada perusahaan lokal. Namun karena kurang SDM sehingga dilakukan amandemen kontrektor dari luar agar perusahaan lokal belajar dengan perusahaan dari luar guna mengelola proyek dengan harapan bisa  mampu berdiri sendiri.
 “Sebenarnya bukan dibatasi, kalau kita batasi saja tapi Sdhmnya bagaimana?, sedangkan pekerjaan di daerah Papua dipenuhi dengan geografisnya yang sangat sulit seperti di daerah pegunungan. Kita harus memiliki tekhnologi sedangkan kita belum punya,” katanya.
Oleh karena itu, perusahaan dari luar bisa mendongkrak perusahaan asli lokal. Hanya saja,  pihak LPJK memfasilitasi dengan melakukan pelatihan baik tenaga ahli, maupun tenaga terampil melalui asosiasi profesi dan asosiasi perusahaan.
 “Misalnya pengguna operator alat berat memberikan pelatihan bagi pengusaha lokal. Pelatihannya dilakukan di Balai V Kementrian PU Kotaraja. Ini dilakukan agar tidak menyeewa orang dari luar. Usati latihan mereka akan memiliki sertifikat untuk menggunakan eksafator, menggunakan lowder,” pungkasnya. (Fani)

Dibaca 316 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.