Pesawat Dilarang Terbang Karena Cuaca Buruk, Bupati Nabire Pukul Petugas ATC

  |  August 20, 2017

Pesawat Dilarang Terbang Karena Cuaca Buruk, Bupati Nabire Pukul Petugas ATC

Kriminal Written by  Kamis, 18 Mei 2017 12:46 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, Gara-gara pesawat carterannya dilarang terbang dikarenakan cuaca buruk, Bupati Nabire memukul dua orang petugas Air Navigation Indonesia (Airnav) Nabire, Papua.
Pemukulan karyawan operasional Airnav Nabire terjadi pada saat jam operasional Rabu pagi kemarin.


Rabu pagi itu, pihak Heavilift, perusahaan penerbangan carteran, mengajukan flight plan (rencana penerbangan)  kepada waba (bandara kecil) Nabire dengan expect flying time 1 jam dan purpose time departure 06.30 utc.
dimana direncanakan mereka take off dari Nabire pukul 06.30, maka mereka akan tiba kembali pada pukul 08.30 utc di luar ground time mereka di waba.
Pada pukul 06.00 utc, sebelum mereka take off, pihak Heavilift meminta extend waktu sampai dengan pukul 09.00 utc. Namun pihak otorita tidak berani me-realase dikarenakan ada informasi bahwa cuaca ke arah tenggara buruk.
Pihak otorita memberikan saran, jika ingin terbang di luar jam operasional, pihak Heavilift harus membuat surat pernyataan yang berisi bilamana terjadi suatu hal di luar jam operasional, maka pihak Heavilift bertanggung jawab penuh akan hal tersebut, karena hal itu di luar wewenang pihak otorita bandara.
Pihak Heavilift menolak saran itu. Pesawat carteran yang disewa Bupati Nabire itu bahkan tidak berani terbang. Kemudian pihak Airnav pun mengambil keputusan untuk membatalkan penerbangan dan melaporkan kepada pihak otorita bandara.
Namun pihak pencarter pesawat dalam hal ini Bupati Nabire tidak terima. Sang Bupati kemudian mendatangi kantor briefing office Airnav Nabire dan meminta penjelasan.
Pihak Airnav Nabire diwakili petugas bernama Hardianto pun memberi penjelasan, disaksikan oleh Junior Manager Ops Airnav Nabire, beberapa karyawan briefing office, dan beberapa pegawai Upbu Nabire dan Avsec Upbu Nabire. Atas penjelasan karyawan tersebut, pihak pencarter Heavilift tidak terima. Tiba-tiba Bupati Nabire memukul Hardianto serta seorang karyawan magang Airnav atas nama Anton.
Sikap arogan pejabat daerah seperti ini bukan pertama kali terjadi di Papua. (Fani/Ridwan)

Dibaca 66 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.