Pembunuhan Wanita Di Kampung Netar Diduga Direncanakan

  |  August 20, 2017

Pembunuhan Wanita Di Kampung Netar Diduga Direncanakan

Kriminal Written by  Rabu, 17 Mei 2017 11:37 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kapolda Papua, Irjen PolBoy Rafli Amar

 

JAYAPURA – Kasus pembunuhan terhadap seorang wanita  bernama Fitri Diana (22) yang tewas dianiaya hingga meninggal dunia akibat luka tusukan pada punggung belakang, luka tusuk pada leher, luka tusuk pada telinga, luka tusuk pada ketiak sebelah kanan dan luka tusuk pada tangan kanan.
Kasus pembunuhan di jalan Kampung Netar, distrik Sentani Timur kabupaten Jayapura, Sabtu (13/5/) lalu,  diduga ada unsur perencanaan.


 Hal tersebut disampaikan Kapolda Papua Irjen PolBoy Rafli Amar usai usai Coffe Morning bwersama para awak media di Mapolda Papua, Senin (15/5)
 Dirinya menyampaikan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan terkait kasus tersebut dimana teman saksi yang merupakan anggota  oknum polisi kini sedang dalam pemeriksaan propam polda Papua.
 “Memang ada kecurigaan atas pembunuhan korban, tapi oknum polisi ini sedang diperiksa di Propram dan kalau ada yang keliru maka akan ada tindaklanjut. Kita belum bisa pastikan karena masih diperiksa,” pungkasnya saat diwawancarai usai Coffe Morning di Mapolda Papua, Senin (15/5) kemarin.
 Sementara itu di tempat terpisah, Kapolres Jayapura, AKBP Gustav Robby Urbinas menyatakan, dari hasil pengembangan sementara terhadap kasus pembunuhan terhadap korban Fitri bukan korban tindak pidana pencurian dan kekerasan,(Curas) melainkan penganiayaan yang direncana.
“ Jika curas, otomatis barang milik Fitri Diana ada yang diambil. Tetapi, tidak ada, bahkan masih lengkap, makanya diduga bukan korban curas melainkan korban penganiayaan yang direncanakan. Bisa spontanitas dan direncanakan sebelumnya. Sekarang tergantung hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dikembangkan penyidik,” katanya.
Terkait kasus itu, Gustav mengatakan, sekitar 12 saksi telah dimintai keterangan. Dari keterangan saksi itu, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Dan untuk mengetahui kronologis kejadian sebenarnya, maka Sabtu dan minggu kemarin, penyidik telah melakukan reposisi di TKP. Hasil reposisi itu akan dikaitkan dengan berita acara pemeriksaan terhadap saksi-saksi,apalagi kasus ini sudah digelar perkara di Polsek Sentani Timur. Dalam mengungkap kasus ini, Polsek Sentani Timur di back up Reskrim Polres Jayapura.
“ Hasil-hasil yang didapat, sambung Gustav masih akan dikembangkan, dianalisa dan dievaluasi bersama team guna mengetahui penyebab meninggal wanita bernama, Fitri Diana tersebut,”pungkasnya.
Dirinya  membenarkan bahwa, korban saat kejadian itu bersama dengan saksi merupakan anggota Polisi dan anggota TNI yang sejauh ini berperan membantu untuk menolong korban kerumah sakit.
 Sebanyak 12 saksi  telah dimintai keterangan, kembali akan diperiksa guna didalami bersamaan dengan itu akan didalami rekaman CCTV dengan tujuan memastikan kronologis awal saat korban berjalan dari arah Waena tujuan Sentani.
  “Kami amati siapa-siapa saja yang di CCTV, sebelum korban bersama saksi menggunakan sepeda motornya ke Sentani,”ucapnya.
Untuk status anggota Polisi, kata Gustav sempat diamankan di Propam Polres untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, namun setelah itu dipulangkan.
Soal tiga kali tembakan ke udara dilakukan saksi merupakan anggota Polisi saat kejadian, Gustav menjelaskan, itulah yang kemungkinan masih dikembangkan, makanya dia masih dibawah pengawasan Polres dan hasil pemeriksaan masih disinkronkan dengan BAP.
 “Ada hal-hal yang kurang singkron maka disingkronkan dengan apa yang ditemukan penyidik saat ini,” jelasnya.
Sebelumnya,  korban asal Bekasi ini, Sabtu (13/5) dini hari ditemukan meninggal dunia di Jalan Sentani- Abepura tepatnya di kampung Netar, setelah dianiaya oleh tiga orang pemuda tak dikena. Penyebab meninggal lantaran mengalami,luka tusuk pada punggung belakang, luka tusuk pada leher, luka tusuk pada telinga, luka tusuk pada ketiak sebelah kanan dan luka tusuk pada tangan kanan. (Ridwan)

Dibaca 221 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.