AKANKAH LIESTIADY DIDEPAK MENEJEMEN PERSIPURA?

  |  August 20, 2017

AKANKAH LIESTIADY DIDEPAK MENEJEMEN PERSIPURA?

Olahraga Written by  Jumat, 12 Mei 2017 13:54 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)


Oleh. Nico Dimo

Melihat perjuangan tim kebanggaan rakyat Papua Persipura Jayapura, yang ditangani Liestiadi trennya, kadang lesu kadang heboh.
Tapi banyak lesunya, alias tidak berhasil karena fans banyak yang menilai Liestiadi tak becus latih Persipura.
Bahkan... banya status facebook, memberi penilain bahwa mantan pelatih Persegres Uniter itu tidak konsisten mengarsitek pemain dengan selalu membangku cadangkan sejumlah pemain senior Persipura yang punya kharismatik bermain sesuai nama Mutiara Hitam,  termasuk tidak memainkan pemain asing yang dikontrak mahal. Mereka bertanya ada apa?.

Jangan-jangan ada pesan-pesan "sponsor" dari orang-orang luar.. diluar Persipura yang bisa kita katakan, sudah saling mengenal karena pernah menangani tim-tim yang saat ini menjadi lawan, bersama-sama,   sehingga ada keterkaitan saling menelpon berkomunikasi untuk strategi, ini diatur lewat pemasangan pemain yang sudah disepakati untuk hasil seri atau kalah bagi persipura.
Ini rentetan... yang kacamata sayapun akhirnya harus mengatakan pendapat yang dilemparkan di facebook ada benar juga,  dan jika demikian berarti ini fakta obyektif. Bisa dipercaya bisa tidak,  tapi perlu kita buka biar menejemen memahami,  makanya para pemilik facebook,  banyak yang mengusulkan persipura lebih baik dilatih pelatih asing,  karena pelatih lokal sudah tereliminir "mafia" yang terbungkus rapih memainkan peran membangun sepakbola Indonesia karena senior dan yunior dalam jabatan pelatih,  sudah dikemas secara rahasia.
Pelatih lokal itu sudah didesain bagai seirang deseiner membuat kameja batik,  digunting dengan pola yang sama dijahit dengan sama biar tak kelihatan ada keganjilan benang... Tapi jika dipakai sama cuma baju batiknya berubah di motif gambar... Nah ini yg perlu Persipura paham,  jika menggunakan pelatih lokal.
Bukti bisa didapat, dan dibuktikan salah satunya,  mengapa pelatih trus memasang Olvaldo Hay dipertahanan wing bek kiri,  padahal pemain mudah ini punya potensial sebagai pemain sayap mudah persipura yang memiliki ketajaman menusuk kejantung pertahanan dengan skill dan kecepatan dan penguasaan bola yang luar biasa,  bahkan karena mainnya yang elegen Olvaldo pernah masuk bidikan Luis Milla pelatih timnas. Lalu pertanyaan mengapa Listiady memindahkannya kewing bek.
Padahal posisi wing bek kiri persipura punya dua nama yaitu Ruben Sanadi dan Roni Beroperay,  tetapi kedua pemain ini malah dieliminir dan menjadi pemain penguasa bangku cadangan,  ada apa, ini gambaran pemasangan pemain dan gambaran membangku cadangkan pemain yang sudah diketahui publik pencinta persipura, masing-masing punya kualitas bagus,  tapi ko bisa secepat itu pelatih dengan arogansinya membangku cadangkan mereka.
Bukan itu saja,  ada sejumlah nama seperti Izak Wanggai, Riky Kayame juga Imanuel Wanggai pemain serba bertemparemen yang terkenal slalu garang dan keras inipun sedikitpun tak dilirik pelatih Liestiadi untuk diturunkan dalam skuad pemain stater persipura,  apa masalah Manu Wanggai, demikian pertanyaan pecinta persipura.
Juga nama pemain asing asal Brasil special gelandang menyerang Ricardinho pun diiliminir dengan sekalipun selama tim persipura bertanding,  pemain ini sudah jarang dimasukkan menjadi stater utama tim, padahal dikontrak mahal dan sudah membuktikan diri membawa persipura Juara di TSC tahun lalu,  lalu mengapa Liestiadi jarang memasang pemain ini.
Kalo memang punya alasan.. Maka kami minta tim pelatih buka dikoran data fisik VO2 Max pemain persipura,  supaya kita tau,  karena data pemain tentang VO2 Max merupakan hal utama siapa pemain yang memiliki VO2 Max terbesar dia yang pantas diturunkan untuk bertanding,  bukan data ditutup tapi yang dipakai menghitung pake metode kancing baju"main, tidak, main tidak" ini tidak boleh,  jika ini yang terjadi,  maka fans bisa katakan"jangan-jangan ada pesan sponsor"
Persipura.. Itu milik semua orang Papua,  kecil besar,  tua muda,  kake nenek semua sangat mencitai tim ini,  jika dalam perjalanan mengikuti kompetisi dan ada persoalan,  pasti hal itu menjadi perhatian rakyat  seantero tanah Papua.
Karena itu, melihat cara dan persoalan permainan yang sudah ditunjukkan tim,  mampu bermain begitu baik dan penuh determinasi kombinasi penguasaan bola yanh bagus,  namun sulitnya tercipta gol kemenangan,  patut pecinta dan pendukung Persipura prihatian,  dan secara spontan melontarkan pilihan mereka,  termasuk mempertanjakan kinerja dari tim pelatih yang dalam beberapa bertandingan awal kompetisi ini datangnya bagai pasang surut dalam memperoleh hasil akhir.
Yang saya takutkan,  jika hal ini terus berlangsung,  maka jangan-jangan Liestiady juga akan didepak sama seperti nasib pelatih-pelatih lokal sebelumnya sebut saja yang terakhit  dialami Jafry Sastra.

Dibaca 90 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.