Kritik Yang Membangun

  |  August 18, 2017

Kritik Yang Membangun

Opini Written by  Senin, 13 April 2015 22:36 0
Rate this item
(0 votes)

Oleh : Yaan Yoku

“Sudah dua thn, Lukas Enembe jd Gub Papua, kenyataan Secara politik, kita punya gubernur tp bagaimana dgn kenyataan sosial ? Dua thn itu, bukti klu impiannya utk mencapai papua mandiri, masih jauh dari harapan rakyat di kampung2. Kita boleh berkoar di media, termasuk baliho, tapi kenyataan berbicara lain. SEMOGA PA  LUKAS DPT MEMBUKTIKAN DIRI & MENERIMA KONTROL DARI SEGALA LAPISAN MASYARAKAT. ORANG LAIN MUNGKIN RAGU AKAN PERKATAAAN ANDA, TAPI MEREKA AKAN PERCAYA PADA PERBUATAN ANDA”
Ini adalah sebuah status yang dinaikkan di sebuah akun facebook bertepatan dengan peringatan dua tahun kepemimpinan Lukas Enembe sebagai Gubernur Provinsi Papua. Saya tidak mempersoalkan siapa pemilik akun FB tersebut, tapi saya tertarik dengan substansi dari status tersebut, karena FB memiliki dampak dan pengaruh yang kuat untuk membentuk opini publik. Sekalipun agak keras tapi status ini adalah sebuah fungsi kontrol yang baik yang telah disampaikan melalui media sosial, karena penulisnya mencintai Gubernur dan menginginkan yang terbaik dari kepemimpinan Bapak Gubernur (semoga pikiran saya sejalan dengan pemilik akun FB).
 Hal positif lainnya yang harus kita lihat dari status FB tersebut, adalah sebagai pemacu semangat bagi Gubernur beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Papua untuk lebih serius lagi bekerja membangun Provinsi Papua sesuai Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur. Khususnya untuk Bapak Gubernur, agar lebih termotivasi dengan status FB ini untuk menata kembali dan mempertajam semua program dan kebijakan yang telah dibuat serta memperkuat pengawasan agar hasilnya jelas dan terukur, juga sebagai pendorong atau doping untuk menambah kekuatan dan dorongan agar lebih bersemangat lagi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Gubernur.
Fakta membuktikan bahwa kemajemukan Papua dan perbedaan serta tingkat kesulitannya, telah diakui oleh banyak orang sebagai sebuah hambatan pembangunan, karena itu butuh waktu untuk melaksanakan sebuah kebijakan dan program pembangunan. Menyimak isi status FB tersebut, memang dua tahun adalah waktu yang cukup untuk mengukur kepemimpinan seseorang. Tapi situasi yang dialami oleh Lukas Enembe sebagai Gubernur, sedikit berbeda karena satu tahun pertama adalah masa transisi kepemimpinannya karena Lukas Enembe di lantik sebagai Gubernur pada bulan April 2013 sedangkan program dan anggaran untuk tahun tersebut sudah ditetapkan sehingga tidak bisa beliau merubah dokumen perencanaan dan anggaran yang telah ditetapkan semasa kepemimpinan sebelumnya untuk disesuaikan sesuai dengan visi dan misinya. Memang ada mekanisme APBD Perubahan, namun itu tidak bisa mengakomodir semua hal, hanya yang sifatnya urgensi saja.  Sehingga satu tahun pertama kepemimpinannya (8 bulan) beliau tidak melaksanakan program sesuai visi dan misinya hanya melanjutkan program sebelumnya dari pemimpin terdahulu. Seluruh program sesuai visi dan misinya dapat dilakukan di tahun kedua kepemimpinannya, artinya baru satu tahun beliau efektif melaksanakan pembangunan sesuai visi dan misinya, Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera.
Karena itu, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa impian untuk Papua Mandiri atau Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera jauh dari harapan, sebab satu tahun tidak cukup untuk bisa bekerja menunjukkan hasilnya, apalagi situasi dan kondisi Papua yang berat butuh waktu untuk menjabarkan visi dan misi Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera. Tapi kita berharap kedepan, dengan tekad dan semangat yang tinggi serta di dukung dengan hati yang putih, tiga tahun waktu yang tersisa dari kepemimpinan LUKMEN ini, bisa dimanfaatkan dengan baik untuk bekerja membangun Provinsi Papua dari Nabire sampai Jayapura dan Supiori sampai Merauke, sehingga setiap tahun progress pembangunannya jelas dan terukur agar tidak memunculkan berbagai penafsiran yang dapat membentuk opini yang kurang baik di masyarakat Papua melalui berbagai media.
Semua kepemimpinan akan di evaluasi setelah masa kepemimpinannya berakhir sesuai masa jabatannya. Karena itu mari berikan kesempatan kepada Lukas Enembe untuk bekerja melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Gubernur Papua sesuai masa kepemimpinannya, dan koreksi sebagai bagian dari sebuah fungsi kontrol sangat dibutuhkan agar dapat menjadi penyeimbang dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin. Catatan menarik yang telah disampaikan melalui media sosial, dapat menjadi masukan bagi Bapak Gubernur sehingga memperkaya informasi bagi kepemimpinan Bapak, agar ke depan menjadi lebih baik lagi dalam melaksanakan Visi dan Misi Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera sebagaimana yang telah tertuang dalam RPJMD Provinsi Papua 2013-2018. Selain hal tersebut, status FB ini dapat menjadi motivasi dalam bekerja membenahi dan menata kembali semua hal yang akan menjadi indikator keberhasilan di akhir masa tugas sebagai Gubernur Provinsi Papua, agar semua orang tidak ragu dengan perkataan Gubernur tapi mereka percaya karena telah terbukti dalam tindakan dan perbuatan.

Penulis adalah PNS pada DISORDA Provinsi Papua

Read 992 times

Tinggalkan Komentar

Pastikan anda memasukan semua informasi yang diperlukan, yang bertanda (*). kode HTML tak diizinkan.