Polda Papua Rekomendasi Pecat 14 Polisi | Pasific Pos.com

| 22 February, 2019 |

Polda Papua Rekomendasi Pecat 14 Polisi

Index Kriminal Penulis  Kamis, 18 September 2014 22:31 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kabid Propam : Dua Okunum Berpankat Perwira

Jayapura,-  Sebanyak 14 anggota dijajaran Kepolisian Daerah Papua direkomendasikan diperhentikan secara tidak hormat (PTDH) dalam sidang Kode Etik Provesi Polri yang digelar Propam Polda Papua sejak Januari hingga Juni 2014 lalu.
Kepala Bidang Provesi dan Pengamanan (Propam) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Bambang Sutoyo kepada wartawan memaparkan, dari 14 orang anggota yang direkomandasikan di PTDH tersebut, rata-rata terkena kasus hilangnya senjata sebagaimana Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 yang direkomendasikan di PTDH.
”Untuk Semester I yang kita rekomendasi PTDH ada 14 orang anggota. Dari 14 anggota itu paling dominan adalah kasus hilangnya senjata, baik yang ada unsur kesengajaan atau tidak sengaja sesuai dengan Perkap Nomor  14 dengan sanksi direkomendasikan di PTDH,” kata Bambang Sutoyo diruang kerjanya, Sabtu (13/9).
Selain itu, terang Bambang, kasus terkait tindakan perzinaan juga masuk dalam kategori direkomendasikan di PTDH, termasuk kasus Desersi.”Yang dimaksud Desersi adalah anggota tersetbu sudah 30 hari berturut-turut meninggalkan tugas dinas tanpa ijin dari pimpinan, nah di Semester I ini ada juga yang terkena Desersi,” jelas dia.
Menurut Bambang, dari 14 personel yang direkomendasikan di PTDH itu, rata-rata berpangkat Bintara Polisi. Sedangkan untuk pangkat Perwira sekitar 2 anggota.  ”Seimbang ada Bintara, Perwira Pertama (Pama) dan Pamen (Perwira Menengah). Kalau Pamen rata-rata kasus masalah rumah tangga, misalnya punya istri lagi, termasuk Perwira Pertama. Sedangkan Bintara rata-rata kasus Desersi, termasuk menghilangkan senjata saat tugas, namun ada juga kasus kumpul kebo,” ungkap Bambang
Dia juga menyebutkan bahwasanya sampai saat ini masih banyak anggota terkena kasus Desersi atau tidak masuk dinas selama 30 hari berturut-turut, yang belum menjalani sidang Kode Etik Provesi Polri.
”Masih ada, malahan banyak tapi mereka belum sidang, kalau yang sudah disidang baru 14 anggota saja, itu pun pelanggarannya campuran,” tegas Bambang lagi.

Dibaca 1083 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.