Masalah DPRD Mimika Ditangani Mendagri dan KPU Pusat | Pasific Pos.com

| 20 August, 2019 |

Masalah DPRD Mimika Ditangani Mendagri dan KPU Pusat

Index Headline Penulis  Rabu, 01 April 2015 17:24 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat akan menyelesaikan masalah DPRD Kabupaten Mimika periode 2014-2019 hasil Pemilu 9 April 2014. Pasalnya, hingga kini mereka belum dilantik.
"Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan permasalahan DPRD Kabupaten Mimika kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Kewenangan Gubernur sudah habis untuk menyelesaikannya. Maslaah ini akan diselesaikan secepatnya oleh Mendagri dan KPU karena masalah ini sudah berlarut lama," kata Gubernur Papua Lukas Enembe kepada wartawan, di sela-sela Rapat Kerja Teknis dan Sinkronisasi Program Pembangunan Bidang Pekerjaan Umum, Selasa (31/3) kemarin.
Menurut Gubernur, Pemerintah Provinsi Papua sudah enam kali mempertemukan Bupati  dan KPU untuk menyelesaikan masalah ini, tetapi tidak selesai juga.
Oleh karena itu, dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, di Jakarta pekan lalu,  masalah ini akan menjadi tanggungjawab Mendagri dan KPU, sebab Pemerintah Provinsi Papua sudah tidak punya kewenangan lagi. ‘’Saya sudah tidak punya kewenangan lagi, masalah ini akan diselesaikan Mendagri dan KPU. Ujarnya.
Diketahui dalam kunjungan ke Provinsi Papua, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo agar sesegera mungkin menangani masalah legalitas 35 calon anggota DPRD Kabupaten Mimika periode 2014-2019 hasil Pemilu 9 April 2014. Pasalnya, hingga kini mereka belum dilantik. “Yah harus diselesaikan secepat-cepatnya. Ini penting untuk demokrasi lokal. Kalau tidak ada dewan, bagaimana mau mengawasi pemerintah daerah,” tuturnya.
Menurut Benny, pemerintah jangan membiarkan kekosongan anggota DPRD di Mimika tanpa penyelesaian masalah. (Bams)

Dibaca 1496 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.