Papua Rebut Medali Emas Tenis Lapangan | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

Papua Rebut Medali Emas Tenis Lapangan

PON XIX 2016 Penulis  Rabu, 28 September 2016 15:07 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Petenis Papua Esmid M. Rasyid Ridho dan Septiana Nurzahiroh foto bersama dengan para peraih medalai perak dan perunggu.

 

BANDUNG,- Tim tenis lapangan Papua berhasil meraih medali emas untuk
pertama kalinya di cabang olahraga tenis pada Pekan Olahraga Nasional
(PON) XIX/2016.

Medali emas itu peroleh dari petenis Esmid M. Rasyid Ridho dan
Septiana Nurzahiroh dari nomor ganda campuran dalam pertnadingan di
lapangan tenis Taman Maluku, Kota Bandung, Selasa, 27 September 2016.
Tim Papua menurunkan pasangan Esmid M. Rasyid Ridho dan Septiana
Nurzahiroh pada partai final nomor ganda campuran tenis lapangan.
Keduanya sukses mengandaskan pasangan Jawa Barat Nuradim Ramdani dan
Rifanti Dwi Kahfiani dua set langsung (6-3, 6-3).
Pada set pertama, pasangan Jawa Barat yang sebetulnya lebih
diunggulkan ternyata secara mengejutkan tidak mampu berkutik menerima
lesakan bola keras hasil pukulan raket pasangan Papua. Rifanti dan
Nuradim harus menyerah 6-3 pada set pertama.
Memasuki set kedua, pasangan tuan rumah tetap tidak mampu bermain
lepas. Berkali-kali bola pengembalian Rifanti tidak berujung mulus
lantaran keluar garis lapangan dan menyebabkan torehan poin pasangan
Papua terus berlipat ganda. Skor 6-3 pun terkunci pada set kedua dan
menghancurkan asa tuan rumah untuk mengamankan medali emas.
Muhammad Samado Alui selaku Asisten Manajer tim tenis lapangan Papua,
mengatakan medali emas dari cabang olahraga tenis kali ini menjadi
yang pertama bagi tim Papua. Sebetulnya, kata dia, target tim Papua
bisa mendulang 2 medali emas dari cabang tenis lapangan. "Target dua
emas, satu lagi tunggal putri bisa dapat emas cuma cedera jadi cuma
dapat perunggu. Ini pertama kali emas bagi Papua di PON untuk cabor
tenis ," kata Samado.
Ia pun mengatakan bagi atlet Papua yang berhasil mendulang medali emas
akan diberikan bonus sebesar Rp 600 juta. "Itu tiap atlet ya, kalau
sekarang kita meraih emas dari nomor mix double, berarti masing-masing
dapat Rp 600 juta dari Gubernur," ucapnya.
Septiana mengatakan kunci kemenangan Papua atas Jawa Barat yakni mampu
bermain santai tanpa tekanan. "Kuncinya sih kita bisa bermain kompak
dan bermain lepas, saya kira itu ya karena secara teknik pasangan tuan
rumah itu bagus ya," katan Septiana.
Kontingen Papua menjadi satu-satunya provinsi yang berhasil
menghentikan dominasi peraihan medali emas tim tenis lapangan Jawa
Timur. Dari 7 nomor yang dipertandingkan, Jawa Timur tuntas meraup 6
medali emas. Sementara sisanya mampu diamankan tim tenis lapangan
Papua.
"Saya senang sekali kami mewakili Papua bisa dapat emas. Terus kami
juga senang bisa meruntuhkan dominasi medali emas yang didapatkan oleh
Jawa Timur karena di semua nomor Jawa Timur dapat emas kecuali untuk
mix double ini," ujar Esmid.

Dibaca 764 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.