Distrik Sentani Evaluasi Seluruh Program Kerja Kepala Kampung | Pasific Pos.com

| 20 August, 2019 |

Distrik Sentani Evaluasi Seluruh Program Kerja Kepala Kampung

Index Lintas Daerah Penulis  Kamis, 18 September 2014 20:45 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Sentani - Distrik Sentani melakukan evaluasi total secara menyeluruh bagi penggunaan Alokasi Dana Kampung (ADK) dan dana PNPM Mandiri Respek dengan mengumpulkan seluruh kepala kampung di wilayahnya.
Kepala Distrik Sentani Timur Alfons Awoitauw menjelaskan, dikumpulkannya seluruh kepala kampung di kantor Distrik Sentani Timur dengan alasan adanya Undang-Undang (UU) No 6 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah No 43 Tahun 2014 tentangg UU Desa yang baru.
“Dengan adanya UU itu, maka semua pross pembanguunan yang sudah jalan dalam satu tahun itu harus di review kembali dalam rapat evaluasi, karena mekanismenya tertuang dalam UU, melalui rapat evaluasi, bahkan rapat evaluasi sekaligus ruang komunikasi anatara pertangung jawab program dan pemerintah diatas sehingga akan tergambar interaksi terhadap persoalan dibawah,” ungkapnya kepada wartawan diruang kerjanya, Jumat (29/8/2014) pekan kemarin.
Alfons menjelaskan, rapat ini juga mendorong sikap dan tanggung jawab terhadap kewenangan yang dimiliki dan sekaligus mempertegas pemerintah kampung kepada pemerintah kabupaten, bahwa mereka siap dikoreksi. Alfons juga menambahkan bahwa sebelum melakukan program kerja pada UU baru tersebut, pihaknya tentu harus melakukan evaluasi total baik itu dana APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten dengan alasan terjadinya benturan dalam aturan secara nasional.
“Ini juga karena pendekatan paradigma UU No 6 lebih spesifik kepada komunitas. Yang mana, kalau satu kampung atau suku melalui musyawarahnya memfokuskan daerahnya melakukan kerambanisasi, maka kita akan fokuskan hal itu, apabila itu untuk kepentingan peningkatan ekonomi kreatif, begitu juga dengan program lainnya, peningkatan pendidikan, kesehatan dan sosial, yang pasti dalam UU baru ini, kita dituntut untuk memilih satu daerah memiliki komoditi sendiri dan di dorong untuk pengelolahan dan pengawasannya,” pungkasnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Kampung Ifale, Lukas Mokay menjelaskan, evaluasi yang akan mengoreksi kekurangan yang dilakukan oleh pihak kepala kampung ini sangat baik dilakukan, sebab evaluasi ini kedepannya pihaknya bisa mengoreksi kekurangan yang ada.
“Evaluasi ini bukan untuk memarah-marahin kami sebagai kepala kampung. Namun, agar kita bisa bekerja dengan baik, khusus dalam penggunaan k dana yang masuk ke kampung, baik dana ADK dan respek khusunya Distrik Sentani,” katanya.
Lukas menambahkan, di kampung Ifale pihaknya menggunakan dana yang masuk ke kampung dengan memberikan bantuan gereja, festival danau sentani, kepada masyarakat, adat melalui kepala suku yang mana itu merupakan bentu sosial.
“Kalau bentuk ekonomi produktif memberikan bibit ikan dan pangan ikan dan taman untuk PKK, kesehatan untuk posyandu dan pendidikan mahasiswa akhir dan banyak kegiatan lainnya. Itu dilakukan guna kepentingan masyarakat di kampung,” paparnya.
Sementara itu di kesempatan yang sama, Kepala Badan Pemberdayaan Masyrakat Kampung (BPMK), Abdulrahman Basri menjelaskan bahwa evaluasi program pemberdayaan masyarakat kampung yang bersumber dari alokasi dana kampung (ADK), program terpadu, kampung membangun, Produk bersama Jayapura baru dan Program PNPM Mandiri dan Prospek Tahun anggaran 2013-2014.
“Evaluasi ini untuk mendapatkan proses pengelolahannya dari aspek perencanaan, pelaksanaan, pengawaan dan pengendalian dari masing-masing kampung dan distrik yang melaksanakan program ini,” jelasnya.
Menurut Basri keberhasilan program ini harus di ketahui secara jelas begitu juga dengan hambatan-hambatan yang ditemui serta tagihan-tagihan atas pelaksanaan ini, sehingga program ini bisa dirasakan oleh masyarakat dengan baik, transparan dan akuntabel.
“Program ini juga dikarenakan adanya UU Desa yang baru, dimana adanya sutu pola pembangunan terintergrasi di di kampung, sehingga satu kampung stau pengelolahan dan satu data. Apalagi khusus penggunaan dana ADK, pelaksanaannya dilaksanakan sesuai mekanisme yang ada. Baik itu dilaksanakan bidang ekonomi, sosial budaya, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur pembangunan didesa, yang seiring hasil musyawarah di kampung,” tutupnya. (arf)

Dibaca 1409 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.