Sebanyak 63 Mahasiswa Ikuti Kuliah Perdana Pasca Sarjana UNIYAP | Pasific Pos.com

| 22 February, 2019 |

Sebanyak 63 Mahasiswa Ikuti Kuliah Perdana Pasca Sarjana UNIYAP

Index Pendidikan & Kesehatan Penulis  Kamis, 18 September 2014 18:09 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Sekda Papua Lanjutkan Pendidikan S2 di UNIYAP”

Jayapura : Sebanyak enam puluh tiga mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Yapis Papua (UNIYAP) Jayapura termasuk Sekda Provisni Papua, Herry Dosinai mengikuti kuliah perdana yang dibawakan oleh Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) se- Indonesia, Prof. Dr. Mansyur Ramli, SE. MS, MBA. Dengan materi “Mempersiapkan Generasi Unggul Menghadapi Persaingan Global”.
Kuliah perdana ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Herry Dosinai, juga Rektor UNIYAP, Muhdi Ibrahim yang dilaksanakan di Auditorium Universita Yapis Papua (UNIYAP) Dok V Jayapura, Sabtu (13/9).
Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Harry Dosinai yang juga hadir sebagai mahasiswa Universitas Yapis Papua mengatakan, ini agenda dari UNIYAP dan saya hadir disini mewakili pemerintah daerah yaitu gubernur, tapi juga saya hadir sebagai mahasiswa. Kehadiran pak profesor ini juga membuka wawasan kita walaupun kuliah perdana tapi setidak-tidaknya sudah memberikan gambaran bagaimana ada satu paradigma baru didalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bagaimana berkompetisi didalam era globalisasi dan tentunya juga berkompetisi dengan semua negara-negara tetangga, “ kata Herry ketika ditemui Pasific Post usai mengikuti kuliah perdana di Auditorium Universitas Yapis Papua Jayapura, Sabtu (13/9).
Menurut Herry, yang paling penting dalam kuliah perdana ini adalah bagaiamana mentalitas karakter dari  semua SDM itu betul-betul baik dan ada integritas yang cukup komprensif dan tentunya menjadi elemen-elemen untuk bagaiamana berkompetisi jauh kedepan.
 “Ini merupakan kebanggan bagi kami yang luar biasa dan ini juga  merupakan kepedulian Pak Profesor dalam rangka memajukan pendidikan di Papua.  Jadi saya hadir disini juga sama dengan teman-teman yang lainnya, tetapi pada kesempatan ini saya mewakili pemerintah dan mohon ijin tidak mereduksi rasa hormat saya karena saya duduk berdampingan dengan bapak rektor, tapi besok saya sudah mulai duduk sebangku dengan teman-teman lainnya sebagai mahasiswa juga disini, “ ujarn Herry Dosinai.
Dikatakan, dalam cuaca dan dalam suasana penuh kekeluargaan kita melaksanakan kuliah perdana yang di pandu oleh pak Prof. Dr. Mansyur Ramly. Ya kita semua berdoa supaya beliau dalam kepemimpinan Jokowi dapat terpilih sebagai salah salah menteri di Kabinet Jokowi.
Menurutnya perjalanan pemerintahan dari tahun ke tahun merupakan satu dinamika yang sangat luar biasa berdasarkan kondisi objektif masyarakat atau segenap infraiment yang ada didalam semua komponen. Terkait ini juga dalam kepemimpinan atau pemerintahan sekarang yang sedang berlangsung satu tahun empat bulan dengan visi misi, Papua bangkit Mandiri dan Sejahtera.
 “Berbagai kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan yang kita semua mendapat informasi lewat media cetak maupun elektronik dan berbagai regulasi-regulasi lainnya. Saya ingin mengatakan pada kesempatan ini bahwa dalam kepemimpinan sekarang perhatian terhadap beberapa komponen yang menjadi perhatian utama adalah pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan dan infrastruktur, “ paparnya.
Perhatian itu juga lanjut Herry, kita dapat diaplikasikan kepada semua perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta yang tentunya konsekuensi pembiayaannya terakomodir didalam APBD Provinsi yang penyerahannya lewat Hibah. Oleh karena itu,  semua perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Provinsi Papua mendapat hibah dari pemerintah daerah termasuk Universitas Yapis Papua.
 “Satu apresiasi yang begitu besar ketika beberapa bulan lalu saya ikut hadir wisuda di GOR, dan saya merasa satu hal yang sangat luar biasa bahwasanya Universitas ini bisa mengakomodir semua komponen dan lebih khusus adalah anak-anak kami dari gunung, dari pedalaman dimana pak rektor dengan hati terbuka menerima untuk memberikan pendidikan di lembaga pendidikan ini, “ tukasnya.
Pihaknya berharap, dengan bermunculannya berbagai perguruan tinggi swasta di  Papua khusunya di Kota jayapura membutuhkan perhatian bagi kita semua untuk bisa berkopmpetnsi dalam menjaga eksitensi serta hala-hal yang merupakan penguatan atau meningkatkan kredibiltas  di semua lembaga pendidikan.
“Tadi pak rektor sudah mengatakan bahwa ini bukan pilihan. Dan saat bersama Kabag Persidangan saya mengatakan, apakah saya bisa mendaftar S2 di UNIYAP dan ternyata beliau menyambut baik. Dan saya katakan bahwa tolong lapor pak rektor saya mau mendaftar untuk jadi mahasiswa mudah-mudahan saya bisa dibina, “ candanya.
Lebih jauh dikatakan bahwa, dalam kepemimpinan gubernur sekarang juga memprogramkan untuk bagaimana meningkatkan daya saing. Ada satu kekhawatiran yang sangat luar biasa dan bisa memuncak pada satu grafik bahwasanya ketika nanti kita dihadapkan dengan semua perubahan-perubahan yang sangat signifikan anak-anak kami di Papua.
“dimana ada program kami yang tidak bisa bersaing secara kompotitif yang begitu signifikan untuk itu ada program kami dalam rangka meningkatkan daya saing pemrintah provinsi atas indefensi secara kental dari pak gubernur untuk semua anak-anak yang mempunyai kemampuan bisa kami kirim ke luar negeri untuk mengeyam pendidikan disana.
 “Jadi pak rector nanti kalau ada anak-anak Papua yang mempunyai kemampuan, pak rector bisa langsung lapor bahwa kita bisa mengakomodir dan kita akan kirim ke luar negeri untuk mengeyam pendidikan di luar negeri, “ ujarnya.
Menurutnya, kuliah perdana ini untuk membuka wawasan kita dalam kuliah agar ada gambaran atau paradigma baru di dalam membangun sumber daya manusia untuk begaimana berpotensi dalam era globalisasi.
Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPR Papua, Amal Saleh yang juga mengikuti kulaih perdana menyatakan, ini satu motivasi yang sangat luar biasa terhadap seluruh mahasiswa. Apalagi dalam kuliah perdana ini juga hadir pak Sekda Papua sebagai mahasiswa di UNIYAP ini. Dimana beliau tadi telah menyampaikan program dari pada gubernur yang pertama adalah memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
 “Jadi kita di Legislatif telah mengawasi program-program ini,  lalu kita tidak ikut dalam pendidikan untuk  penambahan-penambahan ilmu maka ini nanti pengawasannya seperti apa, kita juga tidak tahu.  Nah, itu yang menjadi pemikiran saya untuk mengikuti kuliah perdana ini, karena mencari ilmu tidak pernah ada batasnya, walaupun suda tua tetap masih mengejar ilmu, “ kata Amal Saleh.
Menurutnya UNIYAP ini sangat luar biasa perkembangannya dimana setiap tahunnya itu telah menghasilkan 2 atau sampai 3 ratus pasca sarjana. Ini yang memberikan sumbangsi kepada tanah Papua khususnya di Provinsi Papua.
Sementara itu, Rektor Universitas Yapis Papua (UNIYAP), Muhdi Ibrahim mengatakan, UNIYAP ini berdiri sebagai kebutuhan pemerintah Papua untuk meningkatkan sumber daya manusia di Papua dan banyaknya daerah pemekaran di wilayah diharapkan peningkatan sumber daya manusia harus merata di seluruh kabupaten dan Kota di papua.
 “Diharapkan, peran pemerintah Papua untuk dapat memperhatikan semua  Universitas yang ada di Papua agar dapat mengembangkan sumber daya manusia di Papua agar masyarakat Papua tidak tertinggal dalam era globalisasi mendatang, “ tutupnya.

Dibaca 1732 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.