Faktor Cuaca Penyebat Turunnya Produktifitas Petani | Pasific Pos.com

| 15 December, 2019 |

Faktor Cuaca Penyebat Turunnya Produktifitas Petani

Index Ekonomi & Bisnis Penulis  Kamis, 18 September 2014 16:09 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Nilai Tukar Petani (NTP) Papua pada Agustus 2014 sebesar 97,26 atau mengalami penurunan 0,53 persen dibandingkan keadaan Juli 2014 yang tercatat sebesar 97,77.
Hal ini disebabkan oleh indeks harga diterima petani naik 0,09 persen, sementara indeks dibayar mengalami kenaikan 0,62 persen.
Nilai Tukar Petani Nasional pada Agustus 2014 sebesar 102,06 atau mengalami penurunan 0,06 persen dibandingkan dengan NTP Nasional Juli 2014 yang tercatat sebesar 102,12. Hal tersebut terjadi karena indeks harga diterima petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,25 persen sedangkan indeks harga dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan 0,32 persen.
Dalam penjelasannya Kepala BPS Papua Didik Koesbianto menjelaskan NTP Papua subsektor Tanaman Pangan pada Agustus 2014 adalah sebesar 92,16; NTP subsektor Hortikultura sebesar 99,08 ; NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 100,10 ; NTP subsektor Peternakan sebesar 100,82; NTP subsektor Perikanan Tangkap sebesar 102,30 dan Perikanan Budidaya sebesar 94,55.
Sementara itu pada Agustus 2014 di wilayah pedesaan Papua terjadi inflasi pedesaan sebesar 0,78 persen. Inflasi yang terjadi karena sebagian besar kelompok penyusun konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan indeks. Kenaikan indeks yang cukup tinggi terutama disebabkan oleh kenaikan kelompok bahan makanan sebesar 1,06 persen.
Pada Agustus 2014, NTP Provinsi Lampung mengalami kenaikan indeks konsumsi rumah tangga tertinggi sebesar 1,06 persen sedangkan Provinsi Sumsel mengalami penurunan indeks tertinggi sebesar -1,34 persen
Menjawab pertanyaan wartawan, Kepala BPS Didik Koesbianto menjelaskan penurunan nilai tukar petani di Papua pada bulan Agustus lalu, lebih disebabkan factor cuaca dan musim. “Apalagi kita sempat turun untuk produktifitas tanaman padi yang hasilnya kurang memuaskan. Selain itu juga produksi tomat, buahnya rontok, belum saatnya panen. Inilah yang menjadi salah satu penyebab juga nilai tukar petani turun,”terangnya.

Dibaca 1579 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.