KPA Kota Jayapura Temukan 28 Kasus Baru HIV/AIDS

  |  July 23, 2017

Festifal Budaya Lembah Baliem ke 28

KPA Kota Jayapura Temukan 28 Kasus Baru HIV/AIDS

Kota Jayapura Written by  Senin, 20 Jun 2016 13:32 No comment
Rate this item
(0 votes)

Wakil Walikota Jayapura, Dr. H. Nuralam, SE, M.Si

 

JAYAPURA,- Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Jayapura, yang juga selaku Wakil Walikota Jayapura, Dr. H. Nuralam, SE, M.Si, mengatakan, pada Tahun 2015 lalu, kembali ditemukan 28 Kasus HIV/AIDS.

Temuan itu berdasarkan hasil laporan dari Pusat Kesehatan Reproduksi Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura pada saat melakukan pelayanan kesehatan, berupa pemeriksaan kesehatan reproduksi di masyarakat.  “Itu hasil temuan di Tahun 2015 lalu,” ungkapnya kepada wartawan , di ruang kerjanya, Jumat, (17/6).
Dijelaskannya, rata-rata mereka yang terinfeksi virus tersebut masih mendominasi usia yang sangat produktif, yaitu usia berkisar antara 15 tahun sampai 40 tahun, tapi yang paling banyak adalah usia 15 sampai 39 tahun.
Dijelaskannya, untuk data Tahun 2016 ini, pihaknya belum mendapatkan data dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura, namun bila data tersebut sudah disampaikan kepada pihaknya, maka sudah pasti akan diumumkan ke publik untuk mengetahui perkembangan kasus ini.
Terkait dengan itu, dari data sementara yang ada, jumlah penduduk di Kota Jayapura saat ini sebanyak 57407, dari jumlah penduduk tersebut, diantaranya terdapat sekitar 4000 ribu lebih jiwa yang terkena virus HIV/AIDS.
Jumlah kasus tersebut hanya yang nampak dipermukaan (berdasarkan hasil pemeriksaan), tetapi dipastikan masih banyak ribuan penderita/pengidap HIV/AIDS yang belum ditemukan. Sebab perumpamaannya bahwa ketika kita bertemu 100 orang pada satu kelompok, maka diantaranya terdapat 3-4 orang terinfeksi HIV/AIDS. Dengan demikian, jika dikalikan dengan jumlah penduduk yang ada, sudah tentunya mencapai ribuan orang yang sudah terinfeksi HIV/AIDS namun belum terdeteksi.
“Kami juga bekerjasama dengan pemuda gereja, remaja masjid, dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengkampanyekan bahaya HIV/AIDS ini. Harapan Kami pada khotbah di gereja dan masjid serta Pura dapat disampaikan mengenai bahaya virus HIV/AIDS ini, karena perilaku utama penyebaran HIV/AIDS ini adalah seks bebas,” tandasnya. (Erna)

Read 220 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.