Nur Alam Tidak Maju Pilkada Kota Jayapura

  |  July 23, 2017

Festifal Budaya Lembah Baliem ke 28

Nur Alam Tidak Maju Pilkada Kota Jayapura

Sosial & Politik Written by  Jumat, 17 Jun 2016 16:06 No comment
Rate this item
(0 votes)

JAYAPURA,- Wakil Walikota Jayapura, Dr. Nuralam, SE, M.Si, mengatakan, di depan jamaah Masjdi Al Taqwa saat berbuka puasa bersama dalam kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Rabu, (15/) lalu, telah mengumumkan secara resmi bahwa dirinya tidak mencalonkan diri untuk maju dalam Pemilukada Kota Jayapura Tahun 2017 mendatang.

 “Saya menyampaikan secara resmi dihadapan Walikota Jayapura, para pimpinan SKPD dan jamaah bahwa saya memilih kembali ke kampus, karena Saya sudah 25 tahun mengabdi sebagai dosen,” ungkapnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, (16/6).
Alasan utama dirinya tidak kembali mencalonkan diri, karena sebagaimana diketahui undang-undang aparatur sipil negara (ASN) mengharuskan bagi ASN yang mencalonkan diri pada Pemilukada atau berpolitik wajib mengundurkan diri sebagai ASN.
Dengan demikian, karena dirinya kini 51 tahun, maka ketika dirinya memilih kembali ke kampus, sudah tentunya masih ada 14 tahun lagi dirinya menjadi ASN/PNS (dosen), karena masa pensiun dosen itu 61 tahun, tetapi bila Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kesempatan bagi dirinya untuk meraih gelar professor, sudah tentunya dirinya akan pensiun pada usia 70 tahun dengan masa pengabdian sebagai dosen 19 tahun.
 “Kalau Tuhan berkenan dalam satu tahun ini SK Profesor Saya sudah diterbitkan, dan saat ini Saya lagi urus SK Profesor Saya,” jelasnya.
Dirinya menyampaikan rasa syukurnya, karena bisa mendampingi Walikota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomy Mano, MM sebagai Wakil Walikota Jayapura selama 5 tahun ini, dan masyarakat dapat melihat dan membandingkan perkembangan Kota Jayapura sebelum dan sesudah sekarang ini.
Pada masa jabatannya itu, dirinya mendapatkan penghargaan tiga kali dari Presiden RI, yaitu penghargaan dari Kementrian Sosial (Kota Jayapura satu-satunya pemerintahan di Indonesia yang mendapatkan penghargaan), penghargaan dari Kementrian Hukum dan HAM, dan penghargaan dari Kementrian Perhubungan RI. Itu yang membuat dirinya bahagia, karena bisa langsung bertemu dengan Presiden RI.
Pada masa jabatannya ini, dirinya juga berupaya untuk menghasilkan anggaran khususnya dalam Alokasi Dana Umum (DAU) dengan melobi ke Pemerintah Pusat, yang hasilnya tahun pertama DAU Kota Jayapura naik 26 persen (Rp 103 M), tahun kedua naik 18 persen, sedangkan tahun terakhir ini Kota Jayapura tidak memperbaharui data sehingga tidak ada kenaikan yang memadai.
 “Perbaharui data itu ke Kementrian Keuangan RI berupaya data indeks kemahalan konstruksi, jumlah pegawai, jumlah penduduk dan jumlah anggota DPRD Kota Jayapura. Tim di bagian keuangan tidak melaporkan itu sehingga DAU Kota Jayapura tidak naik,” tandasnya.
Menurutnya, bila data yang diperbaharui itu diantarkan ke Kementrian Keuangan, maka DAU pasti naik, Tahun ini hanya naik Rp 1,9 M, tidak seperti tahun pertama yang naik Rp 103 M. Kalau kita tidak antar data ke Kementrian Keuangan, mereka menganggap kita sudah cukup anggaran. (Erna)

Read 284 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.