TPID Papua Barat akan Mengawasi Barang Kadaluarsa

  |  July 23, 2017

Festifal Budaya Lembah Baliem ke 28

TPID Papua Barat akan Mengawasi Barang Kadaluarsa

Papua Barat Written by  Jumat, 03 Jun 2016 11:14 No comment
Rate this item
(0 votes)

Manokwari, TP - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat telah menyikapi fenomena perekonomian menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1437 H/ 2016 M, dengan menggelar rapat koordinasi di lantai 3 kantor Gubernur Papua Barat, Rabu (1/6).

Rapat TPID dihadiri oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua Barat, Biro Perekonomian, Dinas Koperasi dan UMKM, Bank Indonesia, Dinas Pertanian, dan Dinas Peternakan Provinsi Papua Barat.

Rapat dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Pembangunan, Niko U Tike didampingi Ketua TPID Papua Barat yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Henri N Tanor, Kepala Disperindag yang juga selaku Ketua II TPID, George Yarangga, Plt. Kepala Biro Perekonomian Setda Papua Barat, Paulus Asem. Hadir dalam pertemuan itu, perwakilan sejumlah pengusaha dan pemilik pusat perbelanjaan dan para distributor barang.

Mewakili Pemprov Papua Barat, Niko meminta, kepada seluruh pemilik swalyan, toko dan distributor untuk tidak menjual barang dan bahan makanan pokok yang masa berlakunya akan maupun sudah habis. Semua barang yang dijual harus diperhatikan, sehingga masa berlakunya masih jauh dari waktu kadaluarsa. Untuk memastikan barang-barang yang beradar di pasaran masa berlakunya masih panjang, Niko mengatakan TPID juga akan turun ke lapangan termasuk ke pasar.

Dikatakannya, hasil rapat koordinasi tersebut akan dibuat telaahan untuk disampaikan kepada Gubernur dan Sekda Papua Barat. Ia juga berharap, pada rapat berikutnya para pimpinan sebagai pengambil kebijakan yang hadir, sebab banyak persoalan yang perlu dibahas dalam mewaspadai barang-barang yang diperjualbelikan di pasaran. Selain itu, untuk membahas kendala yang masih dialami, khususnya pada anggaran pengawasan yang mencakup wilayah Papua Barat.

Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Henri N Tanor menjelaskan, ada 6 sektor komoditas yang harus diawasi secara serius, diantaranya daging, beras, bawang dan ikan, sebab komoditi ini yang dinilai akan mengalami peningkatan harga yang signifikan.

Plt. Kepala Biro Perekonomian Setda Papua Barat, Paulus Asem berharap, semua instansi bisa saling berkoordinasi untuk mengatasi harga pada semua sektor. Terutama kenaikan biaya transportasi baik kapal maupun pesawat, dimana di wilayah Papua Barat, harganya sangat fantastis ketika hari raya.

Sebelum pertemuan berakhir, Kadis Perindag Provinsi Papua Barat, George Yarangga menyarankan untuk selalu melakukan koordinasi dalam pengawasan agar bahan pokok makanan dan komoditas unggulan bisa terjaga.

Perwakilan Swalayan Orchid, Lianiwati mengklaim ketersedian barang yang dijual sangat cukup dan menjelang ramadhan ini tidak ada yang kadaluarsa. [NJI-R3]

Read 479 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.