Tersangka Mark Up di RS Yowari Bertambah Tiga | Pasific Pos.com

| 14 October, 2019 |

Tersangka Mark Up di RS Yowari Bertambah Tiga

Headline Penulis  Rabu, 18 Maret 2015 19:33 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Kajati Papua, Herman da Silva Didampingi Aspidsus Kejati Papua, Mamik Suligiono.

Jayapura,- Kejaksaan Tinggi Papua kembali menetapkan tiga orang tersangka baru dalam kasus mark up pengadaan satu unit alat kesehatan oksigen konsetrator atau mesin penghasil oksigen di Rumah Sakit Yowari Tahun Anggaran 2010 senilai Rp 7,8 miliar.
Ketiga tersangka tersebut yakni, SR bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, NB sebagai kuasa Pengguna Anggaran dan LA bertindak sebagai penyedian barang dan jasa.
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Herman da Silva menegaskan penetapan tiga tersangka tersebut sebagaimana hasil gelar perkara kasus mark up di Rumah Sakit Yowari. Dimana sebelumnya, Kejaksaan telah menetapkan Panitia Lelang berinisial MB sebagai tersangka. 
‘’Para tersangka sudah ditetapkan sejak tanggal 13 lalu. Ini berdasarkan hasil pengembangan  setelah tim melakukan penggeledahan dokumen di RS Yowari,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Herman da Silva, Selasa (17/3) kemarin.
Menurut Kajati, dalam penanganna kasus ini, pihaknya telah memeriksa 20 orang saksi dalam pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Yowari.  “Jadi yang menjadi tersangka adalah mereka semua tergabung pengadaan barang itu, baik Ketua Panitia Pengadaan maupun pihak ketiga.  Kita jaring semua jadi tersangka,” katanya.
Kajati mengakui telah menemukan sejumlah bukti, dari penggeledahan di Rumah Sakit Yowari. Bukti tersebut meliputi tumupukan dokumen yang berkaitan dengan pengadaan alat maupun bukti fisik. “Penggeledahan dilakukan beberapa waktu lalu dan menemukan 2 koper dokumen, termasuk barang bukti fisik,”ungkapnya.
Tak hanya itu, Kajati mengakui telah menemukan adanya dugaan pemalsuan merk mesin oksigen di Rumah Sakit Yowari.  ”Tim kami menemukan adanya upaya pemalsuan merk mesin dengan cara menempel merk lain pada mesin oksigen. Dugaan ini, kita temukan ketika pemeriksaan mesin oleh Tim Kejaksaan,” tegasnya. (Syaiful)

Dibaca 1792 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.