Gubernur: Akibat Miras, Orang Papua Masih Meninggal

  |  August 20, 2017

Gubernur: Akibat Miras, Orang Papua Masih Meninggal

Headline Written by  Rabu, 25 Mei 2016 09:53 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Gubernur Papua Lukas Enembe ketika melantik Bupati dan Wakil Bupati Supiori, Selasa kemarin.

 

SUPIORI,- Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah Orang Asli Papua (OAP) yang meninggal akibat minuman keras  mencapai 25 persen. Ini menjadi suatu bentuk keprihatinan dan bagaimanapun juga, miras harus  dibasmi secara menyeluruh.

Walaupun sudah dilarang, Gubernur kaget jika masih ada orang Papua meninggal akibat dari komsumsi minuma keras (miras).   “Kita sudah tetapkan (pelarangan miras) tapi ada yang mati terus ini. Baru-baru ini saya mendapat laporan ada orang yang meninggal karena miras,” curhatnya kepada tamu undang yang hadir pada pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Supiori, Selasa (24/5) kemarin.
Menurutnya, setelah diterbitkan Perdasi dan penandatangan Pakta Integritas mengenai pelarangan, produksi, peredaran dan penjualan alkkohol di Papua, barang haram itu seharusnya tak lagi breeder di Papua.
Apalagi semua pihak sudah sepakat untuk tidak lagi ada alkohol di Papua. Karena itu, Bupati dan Wakil Bupati tolong sampaikan kepada masyarakat agar tidak boleh dan dilarang sama sekali Miras.
“Saya berharap arahan ini dilaksanakan. Karena sebenarnya orang Papua tidak tahu minum miras. Tapi kenyataannya orang banyak mati karena Miras,” tegasnya.
Gubernur menambahkan, Kemarin di RSUD Jayapura ada laporan 1 hingga 2 orang mati karena miras. Meski masih ada terjadi penurunan karena  dulunya lebih banyak sebelum Perdasi Miras terbit.
“Kemudian membentuk tim gabungan di Pelabuhan dan seluruh pintu masuk dalam rangka memproteksi masyarakat agar menjauhi miras,” kata dia.
Terakhir Gubernur menghimbau Pemda untuk merekrut sebanyak-banyaknya Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang merupakan garda terdepan penegakkan terhadap Perdasi 15 2013 tentang pelarangan produksi, peredaan dan pejualan minuman beralkohol.
“Kita juga sudah mulai memperbanyak Anggota Satpol PP di tingkat provinsi. Dengan begitu, maka upaya untuk memberantas miras akan menjadi maksimal. Karena pihak Satpol PP inilah yang menjadi pengawal untuk menjaga peredaran miras,”ujarnya. (Bams)

Dibaca 369 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.