Pengguna Narkoba di Papua Terus Meningkat

  |  July 23, 2017

Festifal Budaya Lembah Baliem ke 28

Pengguna Narkoba di Papua Terus Meningkat

Info Papua Written by  Senin, 23 Mei 2016 06:44 No comment
Rate this item
(0 votes)



JAYAPURA,- Tingginya angka pengguna narkotika di Provinsi Papua, membuat Pemerintah Badan Narkotika Nasional (BNN), terus berupaya merangkul seluruh elemen masyarakat dalam upaya penekanan terhadap pengguna baru.

Berdasarkan penelitian BNN dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, jumlah prevalensi penyalahguna narkotika di Papua 2015 sebesar 1,21 persen. Jumlah penyalahguna sebanyak 29.197 orang dari populasi penduduk (usia 10-59 tahun) sejumlah 2.408.400.
Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan penyalahguna narkotika berasal dari kelompok pekerja usia produktif. tak pandang bulu, berbagai latar belakang, antara lain eksekutif, yudikatif, legislatif, pengusaha, pekerja seni dan kreatif, profesional, politisi serta sosok sukses dan terdidik.
Melihat perkembangan ini, katanya, maka sudah menjadi ancaman besar bagi benerasi muda kedepan. Kata Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty pada pagelaran seni dan budaya dalam rangka peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2016, Sabtu (21/5) di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura.
Sementara itu, berdasarkan data penanganan tindak pidana narkotika pada Kepolisian Daerah Papua setiap tahunnya mengalami peningkatan dan tersebar di 12 kabupaten/kota. “Bisa dikatakan penyalahgunaan narkotika ini merupakan fenomena gunung es yang baru bisa diungkap hanya dibagian permukaannya saja dan belum dapat menyentuh jauh kedalam”.
“Sehingga dari fakta ini maka penanganan pencegahan penyalahgunaan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika harus dilaksanakan secara bersama-sama, berkelanjutan serta masuk dalam program jangka pendek, sedang maupun jangka panjang,” ucap dia.
Langkah penting, lanjut Lukas, sudah dilakukan Pemprov Papua dengan menolah dan melarang keras peredaran minuman keras, yang juga merupakan pintu masuk dari penyalahgunaan narkotika. Bersamaan dengan itu, Pemprov Papua mendorong seluruh elemen masyarakat dan stakeholder menolak keras peredaran narkotika di tanah ini.
Karena peredaran narkotika dapat mengancam generasi emas Papua. Karena itu, melalui Hari Anti Narkoba Internasional tersebut, diharapkan menjadi momentum bagi semua pihak bersinergi dan berperang melawan peredaran Narkoba. (Bams)

Read 375 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.