Ekspedisi NKRI Papua Barat Libatkan Berbagai Sektor

  |  August 20, 2017

Ekspedisi NKRI Papua Barat Libatkan Berbagai Sektor

Headline Written by  Senin, 23 Mei 2016 06:39 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Tim Ekspedisi NKRI

 

KAIMANA,- Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat telah berakhir. Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sebagai pemrakarsa akan menindaklanjuti hasil temuan selama pelaksanaan Ekspedisi NKRI 2016 dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi terkemuka dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal (Mayjen) TNI M Herindra mengatakan, dari enam kali pelaksanaan Ekspedisi NKRI, mereka selalu bekerja sama dengan LIPI dan perguruan tinggi untuk menginventarisasi temuan- temuan tersebut.
”Nantinya akan kita tindak lanjuti, khususnya dalam flora dan fauna misalnya, apakah ada spesies-spesies baru yang kita temukan," ujarnya pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Stadion Triton, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Jumat kemarin.
Usulan dari berbagai pihak, hasil temuan tim Ekspedisi 2016 dapat diserahkan ke museum untuk menjadi koleksi museum direspons Herindra. Ditegaskan pihaknya akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang berkompeten yang bisa menginventarisi temuan- temuan tersebut sehingga bermanfaat bagi rakyat.
Adapun Ekspedisi NKRI 2016 ini merupakan lanjutan dari ekspedisi yang sebelumnya digelar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara serta Nusa Tenggara Timur (NTT). Papua Barat adalah titik terakhir ekspedisi ini. Pada kesempatan itu, Herindra mengatakan, Kopassus siap mengombinasikan Ekspedisi NKRI 2016 ini dengan program Revolusi Mental Kementerian Koordinator (Kemenko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Dalam waktu dekat mereka akan melakukan evaluasi, salah satunya menentukan waktu agar kegiatan Ekspedisi NKRI betul-betul efektif dan diikuti banyak kalangan mahasiswa. Adapun lokasi berikutnya belum dipastikan karena masih akan dibicarakan terlebih dahulu bersama Menko PMK Puan Maharani.
Namun dalam menentukan daerah Ekspedisi NKRI berikutnya, Kopassus akan menyesuaikan dengan kebutuhan daerah tersebut. ”Di sini kan lebih pada penjelajahan dan mengeksplorasi flora fauna. Bu Menko PMK tadi ingin digabungkan dengan revolusi mental. Nanti kita akan cari daerah yang pemahaman kebangsaannya masih rendah,” katanya.
Sementara itu, Menko PMK Puan Maharani mengaku bangga dengan kerja keras peserta tim ekspedisi dari berbagai tataran mulai dari TNI, pemerintah daerah hingga pemuda- pemudi di Indonesia. ”Kabupaten Kaimana memiliki nilai sejarah dalam perjuangan menjaga keutuhan NKRI. Pada tahun 1942 Soekarno pernah berkunjung di Kampung Lobo, Kaimana.
Kemudian di tahun 1962, sebuah peristiwa heroik terjadi di Laut Arafuru, KRI Macan Tutul ditenggelamkan Belanda yang mengakibatkan gugurnya Komodor Laut Yos Sudarso yang hingga saat ini diperingati para prajurit matra laut sebagai Hari Dharma Samudra setiap 15 Januari,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atururi mengatakan, banyak hal yang didapat dari digelarnya Ekspedisi NKRI. ”Tadinya kita tidak tahu menjadi tahu tentang sumber daya alam, sumber daya mineral yang didapat tim ekspedisi. Itu akan menjadi input bagi kami Pemerintah Provinsi Papua Barat supaya dapat melihat potensi karena banyak suku yang ada di sini,” tuturnya.
Menurut dia, hasil dari ekspedisi ini bakal dijadikan sebuah  pijakan dalam membangun Papua Barat.
Bupati Kaimana Matias Mairuma menambahkan, ekspedisi ini sangat berharga karena tim ekspedisi betul-betul mengeksplorasi sumber daya alam yang dimiliki maupun pariwisata. (Fani)

Dibaca 408 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.