Pemadaman Listrik, DPR Papua Akan Memanggil PLN

  |  July 23, 2017

Festifal Budaya Lembah Baliem ke 28

Pemadaman Listrik, DPR Papua Akan Memanggil PLN

Kota Jayapura Written by  Rabu, 18 Mei 2016 15:32 No comment
Rate this item
(0 votes)

Anggota Komisi IV DPR Papua, Stevanus Kaisiepo dan Wakil Ketua I DPR Papua, Eduardus Kaize.

 

JAYAPURA,-  Pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN membuat masyarakat Kota Jayapura sangat resah, juga membuat pihak DPR Papua berang  karena dinilai pemadaman ini sangat parah dan sebelumnya tidak ada pemberitahuan ke public terkait pemadaman tersebut.

Wakil Ketua I DPR Papua, Eduardus Kaize menilai pemadaman listrik yang dilakukan PLN sudah cukup parah, apalagi pemadaman listrik dilakukan dalam sehari bisa mencapai 3 – 4 kali di Kota Jayapura.
“Parahnya lagi, pemadaman listrik itu dilakukan PLN seenaknya, tanpa memberitahukan kepada masyarakat sebagai pelanggan. Ini kan sangat meresahkan masyarakat dan tidak menutup kemungkinan barang-barang elektronik bisa rusak semua, “ kata Eduardus Kaize yang saat itu didampingi Anggota Komisi IV DPR Papua bidang Infrastruktur, Stevanus Kaisepo kepada awak media diruang kerjanya, Selasa (17/5) malam.
Untuk itu, kata Eduardus, ia telah meminta Komisi IV DPR Papua untuk memanggil pihak PLN dalam waktu dekat ini. Untuk menjelaskan pemadaman listrik itu.
“Ya, saya minta agar Komisi IV DPR Papua segera memanggil PLN, supaya PLN datang dan menjelaskan terkait pemadaman listrik itu,” tegasnya.
Lanjutnya,  PLN harus menjelaskan penyebab adanya pemadaman listrik tersebut, termasuk kesulitan yang dihadapi oleh PLN.  PLN harus menyampaikan hal ini secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kami panggil mereka agar ada solusi. Apakah ketika diskusi dengan DPR Papua dalam hal ini Komisi IV DPR Papua, disitu mungkin ada solusi yang bisa diberikan, misalnya perlu penambahan mesin  atau perlu mesin besar, itulah yang perlu disampaikan, bukan kasih main padam sana sini,” tandasnya.
Ia sangat menyayangkan ketika PLN melakukan pemadaman listrik tersebut, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Apalagi, pemadaman listrik dalam sehari bisa 3 – 4 kali, sehingga tentu saja merugikan masyarakat, terutama kerusakan barang elektronik milik pelanggan.
Soal adanya kerusakan pada PLTA Orya Genyem yang mengakibatkan terjadinya pemadaman,  kata Eduardus Kaize, hal itu perlu disampaikan kepada pelanggan, sehingga masyarakat dapat mengantisipasinya.
“Ini supaya masyarakat tidak kaget-kaget ketika sedang beraktivitas, misalnya nonton tapi tiba-tiba listrik mati. Ini juga berdampak kepada kerusakan barang elektronik. Ini tentu sangat meresahkan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Anggota Komisi IV DPR Papua, Stevanus Kaisiepo mengatakan, pimpinan dewan sudah tegas menyampaikan terkait pemadaman listrik yang sudah sangat meresahkan masyarakat.
“Pimpinan dewan dalam hal ini Wakil Ketua I DPR Papua sudah menyampaikan kepada Komisi  IV DPR Papua untuk segera memanggil PLN. Amanah ini akan segera kami laksanakan dan segera memanggil pihak PLN dalam dua hari ini,” ujar Stev.
Diakui, pihaknya sudah memanggil PLN beberapa kali, namun sayang dalam persoalan pemadaman listrik itu, PLN tidak pernah secara transparan memberikan informasi secara jelas dan gamblang kepada publik.
“Jika memang pemadaman ini karena faktor apa, ya dari pihak PLN harus ada penjelasan kepada publik, publik ini sebagai konsumen yang membayar.  Jadi, PLN berkewajiban memberikan penjelasan kepada publik,
bukan sekedar pemadaman agar publik tahu,” ketus Politisi Partai Hanura itu.
Untuk itu, tambahnya, Komisi IV DPR Papua dengan tegas segera memanggil PLN untuk menjelaskan pemadaman listrik tersebut, karena jika dibiarkan terus terjadi pemadaman, bisa jadi ia mensinyalir ada permainan dari PLN.
“Jika ada persoalan mesin sudah tua, daya sudah tidak memadahi dengan pelanggan yang bertambah akibat efek pembangunan, ya PLN harus datang menjelaskan itu, sehingga perlu apa yang bisa DPR Papua fasilitasi,
agar Pemprov Papua bisa memberikan dukungan dalam bentuk seperti apa?, apakah pembelian mesin baru, atau apa kha?” tukasnya.
Ia juga mempertanyakan kemampuan PLN untuk menghadapi PON XX Tahun 2020 yang akan berlangsung di Papua, sedangkan konsumen rumah tangga dan masyarakat sudah tidak mampu. Jadi PLN harus benar-benar profesional. “Masyarakat juga bisa melakukan class action terhadap pelayanan PLN ini, “ tutup Stev. (Yuni)

Read 222 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.