LMA: Papua adalah Bagian Sah dari NKRI

  |  August 20, 2017

LMA: Papua adalah Bagian Sah dari NKRI

Headline Written by  Senin, 02 Mei 2016 14:12 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Ketua LMA Kabupaten Jayapura, Martinus Maweri SH, didampingi Ketua LMA Sarmi, Zakarias Sakweray.

 

SENTANI,- Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Jayapura, Martinus Maweri, SH. menghimbau kepada seluruh putra-putri Papua untuk tidak terprovokasi pada orang ataupun oknum yang ingin keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ada beberapa orang maupun oknum yang menganggap bahwa 1 Mei merupakan hari aneksasi. Padahal 1 Mei 1969 adalah hari dimana masyarakat Papua kembali dalam pelukan NKRI (integrasi).
Oleh karena itu, saya sebagai Ketua LMA Kabupaten Jayapura mewakili LMA Provinsi Papua Barat Dan Papua, menghimbau agar seluruh putra-putri Papua tidak terprovokasi dengan ajakan maupun keinginan dari orang-orang serta oknum yang ingin keluar dari NKRI,” ujar Martinus usai melakukan pertemuan dengan seluruh ketua-ketua LMA Provinsi Papua Dan Papua Barat di Kota Sentani, Sabtu (29/4) Kemarin.
Menurut Martinus, bangsa Indonesia sama sekali tidak menganeksasi masyarakat tapi justru memperhatikan kehidupan masyarakat Papua.
“Kalau bangsa Indonesia menganeksasi kita, kenapa presiden datang langsung ke Papua dan kenapa pusat memberikan bantuan untuk kita,”tanya Martinus.
Seharusnya, kita bersyukur dan bangga setelah masuk dalam NKRI. Karena kehidupan kita, sedikit demi sedikit mengalami kemajuan dan perubahan. Kalau kita merasa bahwa kita belum merasakan dampak dari bantuan serta perhatian yang diberikan pemerintah pusat, maka kita harus bertanya pada pemerintah provinsi maupun Kabupaten tentang dana bantuan tersebut. Bukan menyalahkan pemerintah pusat,”bebernya.
Martinus mengingatkan agar masyarakat harus dewasa dalam berpikir kedepan sebab, mendirikan sebuah bangsa bukanlah hal yang mudah.
“Contohnya, seperti Negara Timor Leste yang dulunya disebut Timor-timur. Setelah mereka keluar dari NKRI, apa yang terjadi pada negara tersebut? apakah negara itu menjadi maju dan sejahtera, apakah negara tersebut mampu berdiri sendiri dan membuat rakyatnya menjadi masyarakat yang mandiri, Tidak kan?,”tanyanya lagi.
“Yang ada masyarakat Timor Leste menyesal dan ingin kembali pada pangkuan ibu pertiwi (NKRI). Oleh sebab itu, saya sangat berharap agar putra-putri Papua tidak lagi menengok kebelakang tetapi menatap masa depan untuk memajukan Papua dalam pelukan NKRI,”imbuhnya.
Martinus berharap, putra-putri Papua tidak terlibat dalam demo ataupun hal-hal yang bertentangan dengan NKRI karena hanya akan mengancurkan dirinya sendiri juga harapan dan keinginan dari pejuang-pejuang Papua yang dulu berkorban untuk NKRI. (Jems)

Dibaca 767 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.