Festival Diba’iyah, Tanamkan Rasa Persatuan Dan Kesatuan

  |  July 23, 2017

Festifal Budaya Lembah Baliem ke 28

Festival Diba’iyah, Tanamkan Rasa Persatuan Dan Kesatuan

Papua Selatan Written by  Kamis, 28 April 2016 12:02 No comment
Rate this item
(0 votes)

MERAUKE, Asisten I Sekda Kabupaten Merauke, Drs. Agustinus Joko Guritno,M.Si menjelaskan organisasi Fatayat NU merupakan organisasi yang terbesar di Indonesia. Karena itu, festival diba'iyah merupakan upaya untuk

memperkuat rasa keimanan khususnya bagi ibu-ibu yang ada di Kabupaten Merauke serta untuk menanamkan rasa persatuan dan kesatuan di antara semua majelis ta’lim yang ada.
Lebih lanjut menurutnya, Fatayat NU juga bisa menjadi pelopor dalam hal persatuan dan kesatuan di Kabupaten Merauke. Sehingga dharapkan kegiatan ini bisa menyentuh tiap insan umat muslim terutama kaum wanita dan bisa mengajak untuk merasakan kebersamaan,karena rasa kebersamaan bisa muncul apabila kita saling menginformasikan segala sesuatu yang diperlukan.
“Semoga kegiatan ini dapat lebih meningkatkan semangat ibu-ibu majelis ta’lim yang ada di Kabupaten Merauke,”tukasnya saat memberikan sambutan di Gedung Kanol Sai LPP RRI Merauke, belum lama ini.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, menurutnya, juga menjadi wahana interaksi dan komunikasi antara masyarakat satu dengan yang lain serta berbagai informasi antara majelis ta’lim yang satu dengan yang lain. Karena semua orang pasti saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. “Semoga kegiatan ini dapat lebih meningkatkan semangat ibu-ibu agar terus meningkatkan rasa kepedulian antara sesama manusia yang ada di bumi ini,”ujarnya.
Ditambahkan, perlunya belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalu baik secara pribadi maupun organisasi dan kemana arah tujuan pribadi dan organisasi tersebut. Kemudian, yang lebih penting adalah mendekatkan diri kepada ajaran-ajaran yang sebenarnya dan sesuai dengan agama masing-masing. Tentunya Fatayat NU sesuai dengan ajaran Islam. Oleh sebab itu, kehidupan bersama dan tujuan hidup perlu terus dikomunikasikan satu dengan yang lain, baik itu antar sesama organisasi ataupun antar organisasi dengan organisasi serta antara diri sendiri dengan sang pencipta.
“Kita juga jangan sampai mengabaikan orang-orang yang ada di sekitar kita, tetapi harus saling berbagi antar sesama dan peduli,”terangnya. (AN,Cr-16)

Read 209 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.