Pendidikan Dan Kesehatan Perempuan Harus Diperhatikan

  |  July 23, 2017

Festifal Budaya Lembah Baliem ke 28

Pendidikan Dan Kesehatan Perempuan Harus Diperhatikan

Papua Selatan Written by  Jumat, 22 April 2016 14:03 No comment
Rate this item
(0 votes)

MERAUKE,- Direktur Akademik Kebidanan Yaleka Maro Merauke, dr. Titus Tambaip, M.Kes mengatakan perempuan harus diperjuangkan untuk mendapatkan pendidikan formal yang baik dan mendapat pekerjaan yang layak serta terakses di jabatan-jabatan publik. Karena dengan pendidikan yang bagus dan baik, maka perempuan akan dipandang sama dengan laki-laki.

Selain itu, kata dr Titus, kesehatan perempuan di Papua atau secara khusus di Merauke juga harus didorong. Karena ketika kesehatan perempuan tidak diperhatikan, maka perempuan akan terpuruk. “Pendidikan dan kesehatan perempuan harus diperhatikan, sehingga mereka betul-betul, eksis dan dipandang sama dengan laki-laki dalam kehidupan sosial,”terangnya kepada wartawan di sela-sela kegiatan di Kampus Akbid Yaleka Maro Merauke, Kamis (21/4).
Menurut dr Titus, Kartini adalah sosok perempuan yang benar-benar memperjuangkan hak perempuan, termasuk bagaimana  bisa mendapatkan pendidikan yang layak, status yang layak di dalam kehidupan sosial serta bagaimana perempuan bisa mengambil peran karena perempuan bukan menjadi insan nomor dua. Tetapi perempuan bisa setara dengan laki-laki.
 “Dengan perjuangan Kartini, perempuan bisa membuat  betul-betul terakses dan bisa dipandang dalam satu bagian satu kebersamaan untuk bagaimana memulai hidup bersama-sama antara laki-laki dan perempuan, tidak ada perbedaan. Perjuangan-perjuangan ini lah yang diperjuangkan di masa kini,”tukasnya.
Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh Akademi Kebidanan Yaleka Maro Merauke dalam rangka Hari Kartini Tahun 2016. Kegiatan yang dilaksanakan seperti lomba menghias nasi tumpeng, lomba kuis berhadiah yang diikuti oleh semua angkatan terutama angkatan dua dan empat, karena untuk semester enam mempersiapkan diri untuk kelulusannya.
Selanjutnya, ada seminar mini dan yang terakhir adalah fashion show. “Kegiatan ini juga sebagai ajang silatuhrahmi antara mahasiswi dengan dosen, mahasiswi dengan pengelola bahkan dengan yayasan, serta meningkatkan kreatifitas dari  para mahasiswi tersebut,”ujarnya.
Ditambahkan, peringatan Hari Kartini ini juga digunakan sebagai ajang kreatifitas dan keakraban diantara mahasiswi. Diharapkan, mereka bisa menyelasaikan studynya dan nantinya bisa menjadi seorang bidan. “Selain menyelesaikan tugas mereka sebagai bidan dan mampu mengemban tugas untuk bagaimana memperjuangkan yang dulu diperjuangkan oleh Kartini,”tukasnya. (AN,Cr-16)

Read 695 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.