Pembangunan Kesehatan Menunjang Pengembangan SDM Papua

  |  July 23, 2017

Festifal Budaya Lembah Baliem ke 28

Pembangunan Kesehatan Menunjang Pengembangan SDM Papua

Pendidikan & Kesehatan Written by  Kamis, 21 April 2016 12:23 No comment
Rate this item
(0 votes)

Gubernur Papua, Lukas Enembe

 

JAYAPURA,- Pembangunan disektor kesehatan yang didanai oleh dana Otonomi Khusus (Otsus) turut menopang pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal.

"Dari presentasi para bupati dan wali kota pada Raker se-Provinsi Papua akhir bulan lalu, terlihat bahwa angka harapan hidup dari tahun ke tahun terus meningkat," kata Lukas Enembe dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi  semalam.
Hal ini disampaikan Gubernur Lukas Enembe dalam kaitannya dengan  presentasi para bupati/wali kota pada rapat kerja daerah se-Provinsi Papua. Berdasarkan presentasi dari para pimpinan daerah itu meningkatnya angka harapan hidup didukung oleh besarnya dana Otsus yang dialokasikan untuk bidang kesehatan sebesar 15 persen yang diterima setiap tahunnya.
Seperti di Kabupaten Keerom, angka harapan hidup pada 2012 sebesar 65,92 meningkat menjadi 65,93 pada 2013 dan 65,99 pada 2014,"
Pada 2013 dana bidang kesehatan sebesar Rp15.726.518.000, pada 2014 Rp17.146.900.800 dan 2015 Rp13.998.491.000 dialokasikan untuk mendukung program-program seperti pengadaan obat-obatan, dan peningkatan pelayanan kesehatan di puskesmas-puskesmas.
Lalu, pelaksanaan imunisasi secara rutin, pemberian makanan tambahan dan vitamin bagi balita dan ibu hamil, pemberian pelayanan implan bagi ibu-ibu asli Papua serta peningkatan intensitas penyuluhan kesehatan bagi masyarakat.
Di Kabupaten Tolikara juga menunjukkan pelaksanaan program bidang kesehatan yang terus membaik.
Angka harapan hidup juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2013 angka harapan hidup di Tolikara 64,64 dan 2014 menjadi 64,66.
Pemerintah daerah Tolikara mengirim dokter, perawat dan bidan untuk magang di beberapa rumah sakit di luar Papua, kerjasama pendidikan dengan peguruan tinggi setempat setingkat D3 keperawatan.
Memberikan Jaminan Jesehatan pasien penduduk miskin melalui PT ASKES, operasionalisasi Puskesmas Plus Karubaga, pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil.
"Dana Otsus untuk bidang kesehatan di Kabupaten Tolikara dari 2013 Rp17.364.875.000 meningkat menjadi Rp22.469.377.000 pada 2014 dan Rp21,204.107.350 di 2015," katanya.
Perkembangan dibidang kesehatan yang terus membaik meskipun juga tidak dipungkiri masih ada keluhan-keluhan yang muncul berkaitan dengan pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas maupun rumah sakit.
"Angka harapan hidup di kabupaten/kota menunjukkkan grafik yang terus meningkat. Hal ini berarti upaya-upaya pembenahan kesehatan masyarakat, baik melalui sosialisasi pola hidup sehat, pelayanan kesehatan di tingkat Pustu (Puskesmas Pembantu), puskesmas dan rumah sakit daerah sudah berada pada rel yang benar," katanya.
Tinggal pembenahan-pembenahan terhadap keluhan-keluhan yang disampaikan oleh masyarakat perlu menjadi perhatian agar masyarakat benar-benar puas dan merasakan peran penting dan keseriusan pemerintah dalam melakukan pembangunan di segala sektor dan bidang.
"Kini masyarakat juga sudah banyak memanfaatkan jasa didan untuk melahirkan. Di Tolikara misalnya, angka kematian bayi ibu melahirkan sudah semakin kecil, berat badan lahir bayi juga semakin meningkat rata-rata 2,8 sampai 4,5 KG. Di Lanny Jaya juga grafiknya menunjukkan hal yang sama, jumlah kelahiran semakin meningkat tetapi jumlah kematian bayi dan ibu melahirkan semakin kecil," ungkapnya.
Lukas berharap dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat tentang hidup sehat dan didukung dengan penyiapan sarana dan prasarana kesehatan yang semakin baik oleh pemerintah, Papua dapat dari awal menyiapkan generasi emas yang handal yang nantinya akan mengharumkan nama Papua. (Rian)

Read 399 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.