DKP Papua Usung Program 5S

  |  August 20, 2017

DKP Papua Usung Program 5S

Info Papua Written by  Kamis, 21 April 2016 11:49 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Sertijab Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua, Rabu kemarin yang dipimpin langsung oleh Sekda Papua, Hery Dosinaen.

 

JAYAPURA,- Mengemban tugas baru sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua, Drs. F.X Mote, M.Si menerapkan program 5 S (Lima Sukses) dalam rangka pembangunan sector kelautan dan perikanan di wilayah Provinsi Papua.

Lima Sukses yang dimaksud antara lain adalah; Sukses Budidaya Ikan, Sukses Tangkap Ikan, Sukses Usaha Ikan, Sukses Makan Ikan, dan Sukses Ketersediaan Ikan PON XX tahun 2020.  Menurut Mote, kunci sukses ini sejalan dengan prinsip tanam, petik, olah dan jual yang diserukan Gubernur Lukas Enembe SIP.MH dalam hal peningkatan ekonomi kerakyatan.
“Jika kita memegang prinsip ini mudah mudahan lima sukses tadi dapat membuahkan paradigm baru menuju Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera,” tutur Mote dalam jumpa pers usai acara Serah Terima Jabatan, berlangsung di Aula Dinas Perikanan Kelautan, Rabu (20/4).
Menurut mantan Kepala Biro Humas dan Protokoler Provinsi Papua ini, jika dirincikan lima sukses tersebut maka kata kuncinya adalah, pembangunan kelautan dan perikanan. Sebab kata Mote, dilihat dari potensi Papua tidak diragukan lagi. “Contohnya jika sukses dalam budidaya ikan maka masyarakat Papua di pegunungan dapat memperoleh asupan protein bersumber dari ikan,”ungkapnya.
Kemudian sukses tangkap ikan. Berdasarkan kajian yang dilakukan Kementerian Kelautan Perikanan dan stake holder terkait, pesisir dan laut Papua di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717 Laut Pasifik dengan potensi ikan pelagis besar, pelagis kecil serta demersal atau ikan karang dann 718 Laut Aru dan Arafuru menyimpan berbagai jenis ikan dan biota laut seperti udang kakap, dan ikan karang. “Ini kekayaan yang harus dinikmati oleh nelayan dan masyarakat Papua,” tukas mantan Kepala Bappeda Kabupaten Paniai ini.
Mote mencontohkan, bagaimana membenahi program kegiatan sehingga nelayan bisa sukses menangkap ikan. Hal ini tentunya ditinjau dari berbagai aspek nelayan Papua yang diakuinya banyak kendalan seperti kapal/perahunya, alat penangkap ikannya, perizinannya, modal dan operasional melaut, fishing ground dan rantai pemasarannya, perlindungan dengan asuransi seperti kartu nelayan. “Ini menjadi perhatian yang utama dari hulu sampai dengan hilir,”ucapnya.
Sementara terkait sukses olah ikan dan sukses makan ikan, mote kembali menjelaskan, bahwa ini menjadi bagian terpenting untuk pemenuhan gizi masyarakat Papua,”kalau dulu ada gemar makan ikan, sekarang kita ganti sukses makan ikan,”imbuhnya.
Ditambahkan, dulu kita masih kampanye gemar dan harus makan ikan sekarang kata Mote, kita harus sukses makan ikan. Artinya, kita bukan lagi kampanye tapi sudah melakukan dan sukses makan ikan dengan menghitung indicator tingkat konsumsi ikan kita di pesisir dan pedalaman yang sekarang mencapai 38,59% Kg/Kapita.
“Harus ada perbandingan antara jumlah penduduk Papua, total produksi perikanan, dan jumlah nelayan. Kemudian kita analisis, kita hitung melalui indicator yang ada,” jelas Mote.
Lanjut katanya, jika masih rendah dan belum sesuai dengan yag ditargetkan dalam sukses olah ikan dan sukses makan ikan, ini berarti belum berhasil. Apalagi saat ini kita dihadapkan dengan tuan rumah pelaksanaan PON 2020, maka produksi perikanan tangkap dan budidaya harus meningkat.
“Jadi lima sukses tadi harus konsisten dijabarkan dalam program dan kegaiatn, namun semua itu butuh kerjasama semua pihak seperti masyarakat adat, nelayan itu sendiri, dan stakeholder terkait tak lupa juga seluruh Dinas Kelautan dan Perikanan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota” jelasnya lagi.
Oleh karena itu, ungkap Mote hal utama yang akan dilakukan adalah melakukan penjajakan dengan staf,”yakni melakukan pertemuan guna membahas dan mencari dari masing masing staf yang ada sesuai tupoksi masing masing”. (Bams)

Dibaca 278 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.