Pengurus PSSI Sayangkan Tudingan Menpora

  |  August 18, 2017

Pengurus PSSI Sayangkan Tudingan Menpora

Olahraga Written by  Senin, 18 April 2016 12:54 0
Rate this item
(0 votes)

Roberto Rouw

 

Jayapura,-  Salah satu Pengurus PSSI, Roberto Rouw menyayangkan tudingan Menpora kepada pihaknya yang dianggap memojokkan sebelum pengurus PSSI bekerja.

Anggota DPR RI asal Papua itu mengatakan, memang konflik yang terjadi di pengurus SPSI sangat disayangkan, lantaran adanya stegmen-stegmen kementerian yang memojokkan  pengurus SPSI bahwa pengurus belum bekerja. Kongres baru terbentuk sudah dicap begini, begitu.
"Ini kok orang belum bekerja sudah divonis macam-macam.Yang ada paduga tak bersalah tak berlaku. Yang paling saya sesali, kini pihak pemerintah menyatakan bahwa kini sekarang turnamen atau kompetisi yang akan digelar lebih baik karena dijalankan lebih professional, terbuka dan lainnya. Saya mau Tanya satu kepada pemerintah, yang jalankan siapa?Operatornya siapa?Mereka masih operator PT. Liga yang orang-orangnya sama semua.lalu yang dulu salah siapa, kami ini baru," kata Rouw.kepada wartawan, Sabtu (16/4).
Menurut Politisi Partai Grindra itu, pihaknya telah benahi kepengurusan SPSI itu dan jauh lebih baik.dari pada  kepengurusan sebelumnya.  Kalau dulu kompetisi belum jalan orang sudah tahu siapa yang akan juara. Jamannya, Djoko juga itu diatur habis-habisan.Makanya ketika pihaknya masuk, mereka minta Komite Wasit diambil alih.Tidak lagi oleh PT. Liga.
"Itu mereka tidak bisa atur lagi. Karena apapun kesalahan akan dibilang wasit itu PSSI. Tanggungjawab organisasi.Kami tahu semua didalam situ.Sekarang ini jalan, turnamen yang abal-abal saja ini bisa dikasi Rp. 5 miliar dulu tidak.Dulu urusan kontrak Djoko semua yang atur. Ada apa Djoko?.Karena dulu kami harus tanggungjawab Timnas, segala macam," ketus dia.
Ia mengungkapkan, ketika itu, pemerintah tak keluarkan duit satu senpun dan sebagainya. Turnamen sekarang dibagi-bagi.Tapi apakah mau turnamen terus? Divisi Utama disubsidi liga Super. Orang tidak tahu, tapi dengan bangganya ngomong.
"Tim Transisi datang ke PSSI dijelaskan semua diam, pulang.Yang audit kami dari FIFA kok, bukan dari Indonesia.Duit dari FIFA, bukan dari pemerintah.Terus mau suruh audit?Gak kasi duit kok mau audit.Yang audit yang kasi duit dong," ujar Roberto.
Hanya kata Roberto Rouw, pemerintah selalu pakai kekuasaan.Bagaimana dulu kami berempat termasuk pak La Nyala menghadapi gerombolannya LPI.Kami habisi mereka.Pihaknya bersama klub-klub semua.Sekarang klub-klub tak sadar mau dimasukkan lagi kedalam gerombolan itu.Dalam BOPI saja di dalamnya LPI semua.
"Anda boleh lihat sekarang. Bagaimana tim transisi lalu memberikan satu solusi katanya semua main dulu katanya, nanti baru dipilih yang terbaik 18 tim. Inikan main semua supaya klub abal-abal dia yang bukan anggota PSSI, bukan angota AFC bisa masuk di dalam.Bisa dilegalkan.Itu yang ingin dilakukan mereka.Kan lucu," cibirnya.
Ia juga menilai kasus yang kini menjerat Ketua Umum PSSI, La Nyala Matalitti dipolitisasi. Ia dua kali menang dipra peradilan.Tapi kejaksaan ngotot. Karena kalau La Nyala tak masuk penjara, tak mungkin PSSI direbut sang penguasa.
"Intinya ada di La Nyala karena FIFA cuma pegang kendali dengan PSSI.Dulu bagaimana kami memerangi mereka FIFA tak bisa menepis kami karena FIFA tahu kami legal.Tapi FIFA juga tak bisa menepis mereka karena ketua umum ada di kubu mereka waktu itu," bebernya. (Yuni)

Read 254 times

Tinggalkan Komentar

Pastikan anda memasukan semua informasi yang diperlukan, yang bertanda (*). kode HTML tak diizinkan.