Pasific Pos.com
Papua Tengah

Instansi Teknis Diharapkan Jadi Mitra Stategis Rencana Petani Kopi Model

DOGIYAI – Melepaskan tahun 2017 memasuki tahun 2018, di Moanemani dulu tahun 1998 ada bekas Kantor Yayasan P-5 (Perkebunan Pertanian Perikanan Perenakan dan Pertukangan) di Tokapo Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai.

Seorang warga lulusan Sekolah Pertanian Lapangan (SPL), karyawan juga di yayasan tersebut pada perayaan tahun baru kemarin tidak melewatinya dengan kegiatan positif. Namanya Isaias Goo ini, dia membuat pohon natal dengan tripeks sebuah kopi. Cara membuat pohon natal tersebut berbeda meskipun nampak sama dengan dihiasi lampu natal, sehingga menarik. Ketika itu pohon natal ini menjadi tontonan warga sekitarnya, apalagi anak-anak menjadi pusat perhatian.

Isaias Goo baru-baru ini ikut pertemuan Dogiyai menjadi ekonomi hijau selama lima tahun dari Negara Inggris, mendampingi Ir. Didimus Tebai, sebagai Pimpinan Yayasan P5. Media ini mendekati Isaias Goo, lekas bertanya.

Dia mengaku, sebagai anak buah pertama Didimus Tebai dan merupakan tenaga SPL angkatan pertama. “Saya tanam kopi di Tokapoa dan lainnya di Idakotu. Lalu bagaimana sekarang, lain menjadi kayu api, lain menjadi hulu sekop lain menjadi jembatan kali. Awalnya belum ada perhatian singkat. Dulu saya waktu SPL disini Moanemani kami bekerja dalam bentuk kelompok,” ucapnya.

Dari jayasan P lima ini kami diajarkan seperti itu. “Saya kerja hanya dengan istri saya, kopi tak terurus baik karena kopi saya tak berkembang baik. Tak terurus baik maka sengaja saya buat pohon natal ditempat dulu saya sekolah,” ujar Isaias Goo.

Dia juga katakan, dulu Moanemani ini banyak kopi, rata-rata setiap masyarakat ada kopi di kebun serta di pinggiran halaman rumah, sekarang kebanyakan sudah menjadi kayu api. Moanemani mauwodide daerah ini sudah terkenal dengan kopi, tenaga PPL dulu dari Yayasan P5 ini. Kami dari Moanemani Kamu dan Mapia Paniai dan Tigi banyak mereka datang sekolah lapangan disini. Dan mereka pulang ke daerah masing masing.

Paniai dulu Kamu dan Mapia sudah tersebar. “Saya ingat kembali itu dan saya buat dalam pohon natal kemarin dalam pergantian tahun ditempat yang dulu saya sekolah. Sekarang Didimus Tebai rencananya bagus dengan program petani kopi model. Kami sekarang bantu lagi pak Didimus ini jawabnya. Banyak anak buah Didimus Tebai sudah kaderkan. Sekarang tinggal mereka kembangkan atau tidak saya belum tau,” keluh Isaias Goo.

Warga Moanemani mesti ditanggapi serius, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah kedepan bentuk kelompok usaha bersama program kopi model bentukan pemerintah supaya kopi berkembang baik. Pemerintah pasti saja proaktif, Staf Ahli Kementerian BUMN yang pernah berkunjung Moanemani dan Mapia. Catatan terakhir mereka kepada Pemkap Dogiyai, masih Kopi Dogiyai tercecer di 79 kampung dari sepuluh distrik itu. Mereka pernah memberitau kepada media ini melalui instansi teknis pertanian dan perkebunan untuk disiapkan dalam bentuk setengah / satu hektar.

Menanggapi hal itu kedepan mesti disiapkan lokasi atau tempat baru untuk melakukan penanaman kopi areal baru. Hal ini untuk meyakinkan tamu kita dari luar saat berkunjung ke Dogiyai sebagai data mereka.

Hal yang diusulkan Kepala Dinas UKM dan Koperasi Dogiyai Secilius Kedeikoto, SE, koperasi yang ada di Dogiyai juga dari usaha kopi, maka kita mendorong mereka dalam bentuk konsep dan program kepada pengusaha dan pemilik modal kedepan. Pemerintah harus bangun dalam bentuk KUBE, terutama kopi supaya ada peningkatan usaha. Sudah ada Yayasan P-5, Didimus Tebai kita dorong dia,” ujar Kedaikoto. Pagi dan sore, Didimus suka dorong gerobak untuk kasih makan sapi. Pengalaman yang ada kita pemerintah melalui instansi teknis berani rancang petani model cita-cita tersebut . Walaupun ada rencana Festival Kopi di Moanemani, karena adanya kopi dibelakang SMP YPPK Moanemani atau kolom Ikan Nila Nuaibutu Dogiyai harus ada lebih dari usaha kebun kopi di Bunauwo, Distrik Kamu Selatan itu. (don)