Pasific Pos.com
Papua Barat

Ini Penjelasan Kadis Pendidikan Soal Pembagian Zonasi

Manokwari,  TP – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Barnabas Dowansiba mengatakan, pemberlakuan zonasi berdarsarkan lokasi tinggal dalam proses pendaftaran siswa baru SD, SMP bukanlah diskriminasi.

Tetapi, diungkapkan Dowansiba, pemberlakuan zonasi memiliki tujuan yang baik, terutama dalam hal penghematan ekonomi keluarga dan memudahkan orang tua dalam mengawasi anak.

Hal ini disebabkan karena seringkali masalah ekonomi menghambat keinginan anak untuk bersekolah, begitu juga faktor cuaca sering menjadi penghambat jika sekolah itu jaraknya jauh dari lokasi tinggal.

Ditambahkannya, begitu pula dengan pengawasan merupakan hal yang paling penting karena tidak bisa dipungkiri kalau Manokwari semakin rawan kejahatan dan narkoba yang bisa saja mengancam anak-anak.

“Misalnya kalau sekolah jauh dari tempat tinggal terus tidak ada pengawasan maka anak akan mudah terjerumus terhadap hal-hal demikian, sehingga menghancurkan masa depan mereka,” ungkap Dowansiba kepada Tabura Pos di Kantornya, Selasa (3/7).

Diungkapkan dia, tujuan lain dari pemberlakuan zonasi adalah agar masyarakat tidak bergantung pada sekolah negeri, sehingga sekolah swasta ketinggalan kuota. 

Padahal, lanjut Dowansiba, jika melihat pengalaman yang terjadi, saat ini lebih banyak siswa-siswi sekolah swasta yang berhasil dalam berbagai bidang seperti pemerintahan dan lain-lain.

“Kuncinya kesuksesan hanya tekun dan rajin, banyak kok alumni sekolah negeri yang tidak dapat menggapai masa depannya, persoalan sekolah semua sama tidak ada yang berbeda, tergantung diri kita sendiri,” ujar dia. 

Lebih lanjut, dikatakan Dowansiba, tidak terima dengan aturan bukan berarti harus merusak fasilitas sekolah seperti yang terjadi di SMP Negeri 1 Manokwari di Fanindi, dalam aksi ujuk rasa kemarin, kemudian dilakukan palang memalang.

Menurut Dowansiba, pemerintah membangun sekolah dengan tujuan memfasilitasi proses pendidikan anak, namun disayangkan mengapa harus di rusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dituturkannya, jika pemberlakuan zonasi dilakukan dengan baik maka akan membawa dampak yang baik dan tidak akan menimbulkan persoalan.

“Kalau zonasi tidak kita berlakukan maka orang pintar dan orang luar akan masuk penuhi sekolah yang ada, sehingga orang anak papua yang ada disekitar disitu tidak mendapat kesempatan, itu alasan zonasi diberlakukan supaya mengurangi angka putus sekolah dan pengangguran,” tandas dia. [BOM]