Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Ini Debitur yang Berpotensi Terdampak Covid-19 di Papua

Debitur yang Berpotensi Terdampak Covid-19 di Papua
Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Fiktor Tunggul Simanjuntak.

Jayapura – Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf Fiktor Tunggul Simanjuntak menyebutkan potensi debitur di Papua dan Papua Barat yang terdampak Covid-19 utamanya pada sektor pariwisata, perhotelan, transportasi dan perdagangan UMKM antara lain rumah makan, cafe dan sebagianya.

Dalam menjaga pertumbuhan perekonomian Indonesia termasuk di Papua dan Papua Barat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan stimulus sebagai counter cyclical (menjaga kestabilan ekonomi) dalam mengantisipasi dampak Corona Virus Disease atau Covid-19.

Kebijakan tersebut tertuang dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020, dimana salah satunya memberikan relaksasi pengaturan penilaian kualitas aset kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sampai dengan plafond Rp10 miliar berdasarkan pilar ketepatan membayar pokok dan atau bunga saja selama setahun setelah ditetapkan tanggal 13 Maret 2020 dan kebijakan restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit menjadi lancar setelah restrukturisasi.

Adolf mengatakan, masih dalam kebijakan tersebut, OJK meminta kepada perbankan untuk proaktif mengidentifkasi debitur yang terkena dampak Covid-19 termasuk debitur UMKM dan debitur berpotensi restrukturisasi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yang disertai dengan mekanisme pemantauan.

Artikel Terkait

Bupati se Papua Diminta Terbitkan Perbup Disiplin Protokol Kesehatan

Bams

Pegawai Terpapar Corona, Kantor Bappeda Papua Ditutup

Bams

Kemenkes Turunkan Tim, Pantau penanganan Corona di Papua

Bams

PMI Papua Terus Berupaya Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Bams

Polres Waropen Akan Lebih Pertekat Protkes

Afrans

Tindak Lanjuti Inpres No.6, Pemda Waropen Gelar Rapat Internal

Afrans

Alami Defisit, Proyek Besar di Papua Ditunda

Bams

Pemuda Papua Jadi Agen Perubahan Covid-19

Bams

Kantor Pemerintahan di Papua Harus Bebas Dari Covid-19

Bams