Pasific Pos.com
Papua Barat

IBI Fokus Penguatan Profesi

Manokwari, TP – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Manokwari memperingati 76 tahun keberadaannya dengan menggelar syukuran, Senin (9/7).

Dalam momentum 76 tahun ini, IBI Papua Barat dan Manokwari, bertekad melakukan penguatan profesi dan menyiapkan anggota dalam menghadapi tantangan yang ada.

Dalam sambutan ketua umum PPIBI, Erni Nurjasmi yang disampaikan ketua IBI Manokwari, Ros Milka Kama, mengatakan Bidan telah diakui sebagai tenaga professional yang bertanggung jawab yang bekerja serta menjalin kemitraan dengan perempuan dalam memberikan ‘Continuum of Care’  pada pelayanan kesehatan reproduksi perempuan, bayi, balita, dan keluarga berencana.

Oleh sebab itu, Bidan memiliki peran penting dalam mengawal kesehatan internal neonatal memalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan pelayanan berkualitas.

“Saat ini IBI telah berkembang dengan baik, hal ini ditandai dengan telah adanya 34 pengurus daerah tingkat provinsi, 508 pengurus cabang tingkat kabupaten dan 2.592 pengurus ranting tingkat cabang. Sementara yang telah memiliki kartu 282.956,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan semakin banyaknya keanggotaan IBI dan dengan kualitas kelulusan yang bervariasi, menjadi tantangan tersendiri buat IBI, oleh sebab itu, melalui momentum 67 tahun ini, IBI berupaya fokus untuk penguatan profesi dan menyiapkan anggota dalam menghadapi tantangan yang ada.

Ia menerangkan, dalam menjaga kompetensi anggota untuk memberikan pelayanan kebidanan berkualitas, IBI melaksanakan sistem pendidikan berkelanjutan bagi bidan sebelum melakukan re-registrasi STR.

“Hal tersebut merupakan amanat UU 36.2014 tentang tenaga kesehatan,” jelasnya.

Turut hadir dalam perayaan tersebut, Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan. Mandacan berharap, organisasi IBI mampu membina anggota organisasinya agar menjadi bidan yang terampil sebagai garda terdepan mengawal kesehatan material neonatal melalui Germas.

“Sebagai seorang bidan, Saudari haru memiliki kepercayaan diri ketika bertindak dalam situasi darurat. Nyawa seorang ibu dan anak merupakan tanggung jawab seorang bidan,” pesan Mandacan. [SDR]