Pasific Pos.com
Papua Selatan

IASA Bidik Tiga Kota Di Papua

MERAUKE,ARAFURA,- Indonesian American Society of Academics (IASA) akan melaksanakan pengembangan pendidikan di tiga kota yakni Merauke, Nabire dan Jayapura. Untuk Merauke, SMA Satu Atap (Satap) Terintegrasi Wasur menjadi sasaran pengembangan pendidikan berpola asrama.

Chairman Indonesian American Society of Academics (IASA), Edward Wanandi mengatakan dari hasil pantauan di lapangan masih banyak yang perlu dibenahi mulai dari fasilitas yang ada di sekolah maupun di asrama, serta adanya penambahan tenaga guru.

“Guru harus diperbanyak dan diperjelas karena kebanyakan guru yang ada, berstatus tenaga honor yang sewaktu-waktu bisa keluar atau pindah ke sekolah lain sehingga perlu disikapi dengan serius. Takutnya, dikemudian hari akan mengganggu proses belajar mengajar,” terangnya kepada wartawan di Swiss-bel Hotel, baru-baru ini.

Dikatakan, perlu adanya peran dan komitmen pemerintah daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, kepala sekolah, guru dan orang tua untuk mendukung program ini. Menurutnya, peran guru dan kepala sekolah sudah dilakukan secara maksimal. Namun, kembali lagi kepada peran pemerintah daerah untuk mendukung program ini.

“Program ini direncanakan akan berjalan pada tahun ajaran 2018/2019, sehingga kita perlu peran pemerintah dan semua pihak untuk menyukseskan program ini,” tandasnya.

Ditambahkan IASA merupakan perkumpulan para profesor Indonesia yang mengajar di Amerika Serikat di berbagai bidang. IASA dibentuk untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan di Papua dan Papua Barat yang difokuskan pada pengembangan sekolah berpola asrama. IASA sudah bekerjasama dengan lintas sektor dan baru-baru ini bekerjasama dengan Bappenas. Pihaknya juga telah mendapatkan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2017.

Sementara itu, Kepala SMA Satap Integrasi Wasur, Sergius Womsiwor mengatakan program ini sangat bagus dan pihaknya akan mengikuti semua yang direkomendasi dari IASA kepada sekolah guna menggenjot SDM peserta didik yang ada.

“Anak yang tidak mau tinggal di asrama, tidak bisa mengikuti program ini karena hanya yang tinggal di asrama yang boleh ikut program ini. Dengan mereka tinggal di asrama akan lebih mudah untuk memantau mereka dalam proses belajar,”tuturnya.