Pasific Pos.com
Papua Tengah

Hemat Anggaran, Pemkab Nabire Kurangi Tenaga Honorer

Nabire – Pemerintah Kabupaten Nabire mengurangi tenaga honorer untuk menghemat anggaran belanja daerah. Penghematan sesuai dengan intruksi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Guna menghemat anggaran kami harus memanfaatkan ASN yang ada,” ujar Bupati Nabire, Isaias Duow, Selasa (20/2) lalu.

Ia menyebutkan pengeluaran anggaran untuk pegawai honorer per tahun mencapai Rp 20 miliar. Kondisi itu dinilai berlebihan karena banyak ASN yang mampu bekerja melayani kebutuhan pemerintahan dan layanan publik.

“Rp 20 miliar satu tahun untuk bayar gaji mereka (tenaga honorer). Tetapi sebenarnya kami punya banyak pegawai,” kata Duow, menambahkan.

Douw minta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberdayakan ASN yang ada di lingkungannya, caranya membagi tugas yang baik kepada stafnya.

Ia juga minta agar OPD memastikan setiap aktivitas yang dilakukan stafnya, serta memperhatikan Permendagri nomor 54 tahun 2010, tentang pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana Tahun 2018.

“Pastikan setiap pegawai memiliki tugas dan peran dengan baik. Bila sudah bagus jika kelebihan pegawai akan pindahkan ke OPD lain yang kekurangan,” katanya. (tr)