Menu

Line 1

Custom Search

PSU Tolikara Diduga Sarat Pelanggaran

  • Ditulis oleh Super User
Penilaian: Rating StarRating StarRating StarRating StarRating Star / 1
TerburukTerbaik 
Yan Mandenas
Wakil Sekjen DPP Partai Hanura Wilayah Papua dan Papua Barat, Yan P Mandenas, SSos, MSi

 

Disinyalir Ada Oknum Anggota Dewan Bawa Kabur Kotak Suara

JAYAPURA, Pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di kabupaten Tolikara diduga sarat pelanggaran. Dugaan ini disampaikan kubu dari paslon bupati Tolikara nomor urut 3, Jhon Tabo-Barnabas Weya.
Wakil Sekjen DPP Partai Hanura Wilayah Papua dan Papua Barat, Yan P Mandenas, SSos, MSi mengatakan, jika sebelumnya PSU itu telah disepakati bersama antara KPU, Bawaslu, Sentra Gakkumdu dan timses Paslon dipusatkan di ibu kota distrik untuk menghindari pelanggaran dan hal-hal yang tidak diinginkan.


 Namun, kenyataannya pada hari H PSU berubah, KPU Papua menginstruksikan dilaksanakan di masing-masing TPS.
Akhirnya terjadi beberapa pengambilan kotak suara secara paksa dan pengambilan kotak suara, salah satu contoh di Distrik Biuk. Itu diambil oleh salah satu oknum anggota dewan bersama salah satu timses yang ada di situ, merampas kotak suara dan mengambil keluar dari lokasi distrik tersebut, kata Yan Mandenas dalam pers conference di Cafe Pilamo, Wamena, Kamis (18/5).
 Selain itu, pendistribusian kotak suara tidak dikawal oleh aparat kepolisian dan dilakukan pada malam hari, bahkan ia melihat sendiri hal itu di distrik Kanggime.  Temuan itu telah dilaporkan ke Bawaslu, termasuk beberapa kejadian yang diduga dilakukan oleh oknum timses dari paslon nomor urut 1 baik berupa pemukulan, pengancaman, bahkan penikaman terhadap saksi dari timses nomor urut 3 di distrik Lianggoma.
 Yan Mandenas yang memantau langsung proses PSU di Tolikara ini mengakui jika ternyata aparat keamanan tidak bisa berbuat apa-apa. Proses intimidasi yang dilakukan oleh timses paslon nomor urut 1 kepada timses paslon nomor urut 3 itu, terkesan dibiarkan seperti itu akhirnya perlawanan dilakukan masyarakat sendiri.
Bahkan, di Kanggime pada H-1, hampir terjadi bentrok antara kedua masa pendukung dan timses paslon nomor urut 1 dengan paslon nomor urut 3. Hampir massa bentrok terbuka di lapangan terbang Kanggime itu, tetapi syukur khusus timses Paslon nomor urut 3 itu sudah mengarahkan massa pendukung untuk tidak terpancing sama sekali.
 "Jika hal itu tidak ditindaklanjuti Bawaslu secara baik dengan merekomendasikan sejumlah tindakan pidana dan administrasi, maka akan terjadi gesekan yang berlanjut.
Oleh sebab itu, sebagai partai pendukung paslon Tabo  Weya, pihaknya berharap aparat penegak hukum terutama Bawaslu dan Sentra Gakkumdu untuk menangani dan menyelesaikan persoalan ini," ujar Yan Mandenas.
Selain itu, pihaknya mempertanyakan aparat kepolisian khususnya Kapolda Papua yang begitu memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan PSU di Tolikara, dengan menurunkan beberapa pejabat teras Polada Papua yang mengambil alih tugas Polres Tolikara.
"Ini menjadi pertanyaan kami, karena sampai Karo Ops Polda Papua, Dirintel Polda Papua, Kabidkum diturunkan dan mengambil alih tugas Polres Tolikara, akhirnya Polres Tolikara seperti tidak bisa melakukan pengamanan secara baik dan mengendalikan keamanan secara baik di lapangan, akibat dari komandonya tidak satu, tapi dua," tegasnya. (Fani)

  • No comments found

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
Info for bonus Review bet365 here.