Menu

Line 1

Custom Search

OAP Juga Punya Bagian Dalam 51 Persen Saham PT Freeport

  • Ditulis oleh Super User
Penilaian: Rating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star Blank / 0
TerburukTerbaik 
Lukas Enembe
Gubernur Papua, Lukas Enembe

 

BIAK,- Gubernur Papua Lukas Enembe meminta agar seluruh potensi kekayaan alam yang ada di wilayah Bumi Cenderawasih dapat dikelola dan dipergunakan sebesar – besarnya untuk kemakmuran rakyat.
 “Itulah sebenarnya kenapa saya sebagai gubernur ribut – ribut dengan Freeport. Bagaimana ko bicara Freeport. Kok tidak bisa bangun smelter di Papua. Harus bangun smelter di Papua. Saya dari tahun 2013 bicara soal ini,”kata Gubernur dihadapan ribuan masyarakat Biak Numfor yang memadati Lapangan Sepak Bola Cenderawasih Rabu (17/5) kemarin.


Saat ini pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo baru menyetujui merebut 51 persen kepemilikan saham di perusahaan tambang terbesar dunia PT Freeport Indonesia.
 “Okey 51 persen. Tapi saya katakan ingat orang Papua punya bagian juga didalam 51 persen itu.  Di 51 persen itu berapa orang Papua kamu harus kasih itu dulu. Ini kita sepakati. Supaya orang Papua sudah sepakat dan yang punya hasil rakyat juga sudah sepakat silahkan pemerintah pusat bisa ambil yang 51 persen. Kalau tidak. Tidak bisa,”tegasnya.
Sebab kata mantan Bupati Puncak Jaya itu kalau membangun Papua. Maka  potensi kekayaan alam di tanah ini harus dimanfaatkan untuk sebesar – besarnnya bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Papua. Karena jika ini dimanfaatkan. Maka Papua akan lebih maju dari provinsi lain di Indonesia.
 “Provinsi yang tidak punya apa – apa saja, mereka bisa bangkit. Tetapi kami yang punya kekayaan alam yang luar biasa kami tidak bisa maju. Saya ingin sampaikan bahwa jika kita ingin membangun Papua harus dengan hati karena persoalannya berbeda. Untuk semua daerah berbeda,”tukasnya.  
Pada kesempatan itu gubernur mengungkapkan saat ini lima wilayah adat di Papua yakni wilayah Saireri, Animha, Lapago, Meepago dan Mamta atau Tabi telah masuk dalam wilayah pembangunan yang menjadi prioritas di provinsi ini yang masuk dalam target perencanaan tingkat nasional.  “Dengan demikian pembangunan Papua sendiri saya yakin masa depan di Papua lebih baik,”tuturnya.
Sebab katanya selama ini orang dari pusat yang datang ke Papua dan hendak membangun akan pusing hendak mulai membangun dari mana. Karena banyak hal yang harus diperbaiki.  “Saat ini orang Papua harus bangkit dan sejahtera. Sebab saat ini potensi yang ada digunakan untuk kemakmuran rakyat,”tandasnya. (Bams)

  • No comments found

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
Info for bonus Review bet365 here.