Menu

Line 1

BKD Papua Terus Telusuri SK Palsu

  • Ditulis oleh Super User
Penilaian: Rating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star BlankRating Star Blank / 0
TerburukTerbaik 
Nicolaus Wenda
Kepala BKD Provinsi Papua, Nicolaus Wenda

 

BIAK,- Badan  Kepegawaian  Daerah (BKD) Provinsi Papua terus  berupaya  menerusuri adanya  SK PNS  Formasi 2013 Palsu,  yang disinyalir beredar di masyarakat. Tapi   instansi tersebut masih  mengalami kendala. Pasalnya, pihak pelapor atau korban setelah  melaporkan kasus yang  dialaminya belum juga nongol.


“Padahal ketika  dia datang lapor, saya minta  agar dia  datang  kembali sekaligus membawa-serta pemberi SK Palsu  untuk diklarifikasi dan dipertanggungjawabkan,” tegas  BKD Provinsi Papua Nicolaus Wenda ketika dikonfirmasi  disela-sela Musyawarah   Daerah ke III DPD Partai Demokrat Papua di Aula GBI Rok,  Jalan Batu Karang, Biak, Selasa (16/5).
Menurutnya, dalam laporannya ternyata penerima SK mengaku bahwa  SK  tersebut diantar orang lain kepadanya.
Dikatakannya, setelah pihaknya menyelidiki dalam daftar aplikasi, ternyata  nama  yang bersangkutan  tak ada.  “Semua  redaksi    dalam SK itu tak sama  dengan SK  yang sudah baku dalam penetapan. Kemudian format SK juga berbeda  dengan SK asli,” terangnya.
Dia menegaskan, sistem penerimaan CPNS menggunakan online sehingga  kecil kemungkinan  terjadi kebocoran. Karena itu, katanya, pihaknya menyampaikan bahwa  SK itu palsu. Dan itu memang benar setelah saya selidiki  dalam daftar aplikasi  ternyata nama  yang bersangkutan  tak ada.  “Jika ada oknum yang bermain, maka dia akan dilaporkan ke pihak berwajib,” bebernya.
Sebagaimana diwartakan,  BKD Provinsi Papua mensinyalir adanya pemalsuan SK PNS Formasi 2013, yang   diduga dilakukan oknum  diluar pemerintahan.
Demikian disampaikan  Kepala BKD Provinsi Papua   Nicolaus  Wenda usai pembukaan  Ujian Dinas  Tingkat I dan  II  di  Lingkungan  Pemprov  Papua dan Pemkab Keerom di Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Rabu (3/5).
Wenda mengatakan, pihaknya  mendapat  laporan yang disampaikan  oknum yang merasa dirugikan untuk mencek kebenaran apakah SK PNS tersebut diterbitkan BKD Provinsi Papua dalam  hal ini Gubernur Provinsi Papua, ternyata  yang bersangkutan  tak ada nama didalam aplikasi.
Ia pun mengakui, didalam format penerbitan SK sesuai  ketentuan. Ironisnya,  penerbitan SK tersebut terdapat sejumlah kesalahan  penulisan nama  Kepala BKD,    NIP dan pangkat.
 “Itu mencurigakan bahwa SK itu tak palsu. Dan kami juga hingga kini tak mengetahui  siapa oknum yang  memalsukan SK PNS tersebut,” katanya.
Oleh karena itu, terangnya, pihaknya menyampaikan kepada publik diseluruh Papua, untuk  berhati-hati  terhadap  pelbagai upaya penipuan   yang dilakukan oleh oknum-oknum  yang tak bertanggungjawab, terutama menyangkut  masalah jabatan, penempatan dalam jabatan dan pembagian  SK  PNS.
 “Jika hal itu terjadi di masyarakat mohon dilaporkan kepada BKD  Provinsi Papua supaya kita bersama menyelesaikan. Jika  memang oknum  yang diduga memalsukan SK PNS tersebut, ternyata   korban mengetahui  segera melaporkan kepada  BKD Papua, untuk menyerahkan kepada pihak berwajib untuk menyelesaikan masalah ini.
Dijelaskanya,  pihaknya belum melaporkan kejadian ini kepada aparat penegak hukum,  lantaran belum menemukan identitas oknum yang memalsukan SK PNS tersebut.
 “Saya  mau  oknumnya diketahui  terlebih dahulu,  agar kita bawa  ke pihak  berwajib. Kita akan tahu disana  siapa oknum   yang melakukannya,” tegasnya.
Terkait  promosi jabatan di Pemprov Papua, yang diduga ada oknum-oknum yang bermain, katanya,  pihaknya  mengetahui informasi tersebut. Tapi  belum mendapat informasi yang benar.  (Bams)

  • No comments found

Leave your comments

Post comment as a guest

0
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
Info for bonus Review bet365 here.