Pasific Pos.com
Papua Selatan

Hasil Pembinaan Petani Kopi Lokal, Kualitas Makin Bagus

Ketua PSK, Takdir Hamzah saat menyeduh kopi (foto:iis)

MERAUKE,ARAFURA,- Ketua Petugas Seduh Kopi (PSK), Takdir Hamzah mengemukakan bahwa perlahan namun pasti, pembinaan yang dilakukan pihaknya kepada para petani kopi hingga memasuki tahun 2020 ini mampu menunjukkan hasil yang positif. Berawal ketika pihaknya menemukan kopi Jagebob pada tahun 2017 lalu dan mengingat kualitasnya saat itu belum begitu bagus sehingga kembali dilakukan pertemuan dengan petani untuk mengedukasi hingga tahun berikutnya Robusta Muting ditemukan meskipun tidak secara langsung bertemu dengan petaninya saat itu.

Namun di waktu berikutnya beberapa petani yang mendatangi langsung pihaknya dan diberikan edukasi. Yang terakhir adalah kopi dari kawasan perbatasan Sota pada tahun 2018 lalu dan diakui pembinaannya memang lebih intens dilakukan karena sudah memiliki petani khusus. “Pembinaan sudah dilakukan selama 3 tahun terakhir ini dan pada saat musim bunga, musim buah atau ketika panen selalu kita datangi untuk kepentingan edukasi. Untuk beberapa petani lainnya dari Jagebob dan Muting memang kami kesulitan untuk sampai ke lokasi karena jarak yang jauh.

Oleh sebab itu mereka yang datang ke tempat kita untuk diajari cara pengolahan kopi, cara panen, cara menjemur dan lain sebagainya,”terang Takdir kepada ARAFURA NEWS di Koplink Café and Roastery Senin lalu. Ia menjelaskan, untuk Robusta Muting sebelum pihaknya memberikan edukasi ternyata hampir 50% harus dibuang. Untuk itu sama dengan halnya di Sota, maka cara pengolahan kopinya diubah dengan dipetik lalu didiamkan dalam air sebentar dan digiling. Selanjutnya hasil gilingan tersebut difermentasi selama satu malam baru dijemur hingga sampai batas 60% kadar airnya. Saat ini kopi-kopi Muting yang sudah dibina hasilnya sudah cukup bagus dan di pasaran semakin banyak yang menyukai. Untuk pemasaran, selama ini khusus di Jagebob dan di Muting cara yang ditempuh antara lain dengan menjual langsung ke pasar dan yang membeli biasanya dari kawasan distrik seperti Kurik untuk dikonsumsi saat mempersiapkan acara pesta.

Oleh sebab itu jumlah yang dibelipun dalam jumlah banyak. Selain itu petani di Muting dan Jagebob biasanya menjual kepada tukang gergaji kayu atau pohon. Namun pasca pihaknya mengedukasi dan memperkenalkan dunia kopi sekarang, maka lambat laut pola yang dijalankan mulai berubah. “Ada 4 hal penting yang wajib diketahui petani di wilayah hulu , yakni bagaimana merawat, memanen, mengolah dan menyimpan sehingga saat tiba di hilir dapat diterima dengan baik dan harga yang terjangkau tentunya,”pungkas Takdir.

Artikel Terkait

Luar Biasa, Kopi Muting Tembus Hingga Ke Eropa

Arafura News

Terkait Pembukaan Kebun Petani Kopi Kampung Seed Agung

Arafura News

Komit Tingkatkan Pemasaran Kopi Lokal

Arafura News

Teh Dari Kulit Buah Kopi Mulai Gencar Dipasarkan

Arafura News

Ketua PSK : Festival Kopi Papua Jadi Barometer

Arafura News

Promo Super Murah Kopi Lokal RKD Direspon Positif Masyarakat

Arafura News

Secercah Harapan Petani Kopi Muting, ‘Ketika Impian Pemasaran Akhirnya Terwujud’

Arafura News

Tunjukkan Bukti Sudah Mencoblos, ‘Bakal Dapat Diskon Dari Rumah Kopi Ini’

Arafura News

Ketika Duta Kedai Kopi Bicara, Di Momen Hari Kopi Sedunia

Arafura News