Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Hasil Panen Raya, Bukti Pemkab Keerom Tingkatkan Ketahanan Pangan

Panen Raya Pemkab Keerom
Bupati Kabupaten Keerom, Muh Markum bersama Ketua DPRD, Bambang Mujiono dan para OPD serta pendamping, saat memanen Jagung Hibrida di Dusun Tuwi, Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, pada Minggu (20/07/2020) siang.
“Hasil Panen Jagung Siap Dipasarkan ke Luar Papua”

 

Keerom – Akhirnya, upaya Penerintah Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom dan DPRD Kabupaten Keerom untuk membangkitkan semangat para petani, khususnya dalam hal ketahanan pangan di tengah pabdemi Covid-19, kini tercapai.

Hal itu dibuktikan lewat panen raya jenis Jagung Hibrida yang dilakukan Bupati Keerom,Muh Markum bersama Ketua DPRD Keerom, Bambang Mujiono serta para OPD dan pendamping di Dusun Tuwi, Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Minggu (20/7), siang.

Menurut Bupati Keerom, Muh Markum, panen raya Jagung jenis Hibrida pada hari ini, sebagai bukti nyata yang dilakukan oleh Pemerintah daerah bersama legislative dalam meningkatkan ketahanan pangan di kabupaten Keerom di tengah Pandemik Covid-19.

Bahkan kata Bupati Markum, dari hasil panen raya Jagung seluas 2 hektar ini, siap di pasarkan. Baik di Jayapura, Kota Jayapura juga sampai ke luar Papua seperti Surabaya dan Blitar.

“Tapi kami akan terus memberikan motivasi kepada petani khususnya, dalam hal penanaman Jagung dan Kedelai serta komoditi lainnya untuk meningkatkan produksinya, sehingga hasil Jagung ini sudah siap didistribusikan ke Surabaya dan Blitar,” kata Bupati Markum kepada sejumlah wartawan disel-sela acara Panen Raya Jagung di Dusun Tuwi, Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, akhir pekan kemarin.

Namun beliau berharap kepada para petani untuk tidak berhenti melakukan penanaman Jagung. Sebab, dari koordinasi yang dilakukan di Surabaya dan Blitar tidak ingin hasil Panen Jagung terhenti.

“Bahkan mereka maunya secara terus menerus dan ini sangat membantu kita dalam meningkat perekonomian masyarakat, khususnya bagi para petani,” ujar Bupati Markum.

Selain itu, kata Bupati Markum, dalam 1 hektar juga bisa menghasilkan 6 sampai 11 Ton Jagung hasil panen. Ini dibuktikan dengan jarak tanam hasil yang sangat bagus.

“Jadi sudah bagus, baik dengan cara tanam sampai cara penyimpanannya,” ucapnya.

Apalagi ungkap Bupati Markum, pihaknya juga telah menyiapkan lahan seluas 61 hektar untuk dilakukan penanaman jagung di wilayah Kabupaten Keerom serta komoditi lainnya.

“Ini upaya pemerintah daerah dan legislative untuk mendorong ketahanan Pangan agar bisa terwujud, karena di kabupaten Keerom 90 persen adalah petani,” tuturnya.

Laniut dikatakan, perencanaan jagung ini dilakukan bulan ke-3 karena dari relokasi dan rekofusing anggaran ntuk penanganan Covid-19 sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo berdasarkan Inpres Nomor 4 Tahun 2020.

“Dengan dasar itulah, Pemerintah daerah secara terus menerus memberikan motivasi dari dampak ekonomi yang ada di kabupaten Keerom,” tandas Bupati Markum.

Diakui, selain pengiriman Jagung, pihaknya juga akan mendatangkan alat pengolahan untuk pakan ternak yang dimulai dari batang sampai ke janggel.

“Jadi selain jagung, batangnya juga bisa untuk makanan ternak, seperti Sapi, Babi, Ayam. Itu kami nanti akan ramu sedemikian rupa,”jelasnya.

Masih ditempat yang sama, Kepala Dinas dan Perikanan Kabupaten Keerom, Sunar, SP, menambahkan, jika di Dusun Tuwi, Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom ini, sudah siap memasarkan 50 ton.

“Jadi saat ini sudah siap di panen sebanyak 5 hektar dan hasilnya bisa mencapai 50 ton hingga lebih,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Pemkab Keerom Berikan Bantuan Bibit Sapi Kepada Peternak Lokal

Tiara

Tingkatkan Ketahanan Pangan Danrem 172/PWY Jalin Kordinasi Dengan Bulog

Fani

Stok Bahan Pangan di Provinsi Papua Cukup Hingga 2 Bulan Ke Depan.

Fani

Pemprov Papua Sediakan Bahan Pangan Tenaga Medis RSUD Jayapura

Zulkifli

Pemerintah Diminta Bagikan Bibit Pangan Lokal ke Masyarakat

Tiara

Persediaan Pangan Papua Cukup hingga 4 Bulan ke Depan

Bams

Cegah Covid-19, Pemkab Keerom Kekurangan Rapid Tes

Tiara

Bupati Keerom Minta Jangan Ada Diskriminasi Terhadap Pasien Positif Covid-19

Tiara

Peduli Keselamatan Tenaga Medis, Bupati Keerom Serahkan 1.100 APD

Tiara