Pasific Pos.com
Papua Barat

Hari Peduli Sampah, 130 Kg Limbah Plastik Terkumpul

Manokwari, TP – Kurang lebih 130 kg limbah plastik berhasil dikumpulkan dalam aksi beli sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manokwari bersama Bank Sampah UKM Pramuka Unipa dalam rangka memperingati hari Peduli Sampah Nasional, Jumat (2/3).

Antusias masyarakat ikut penimbangan limbah plastik yang dilakukan terbuka untuk umum di lapangan penerangan Jl. Percetakan Sanggeng ini cukup tinggi.

Plt Kepala DLH Kabupaten Manokwari, Sumedi mengatakan, dukungan terhadap UKM Pramuka Unipa ini bisa terlaksana atas anggaran yang teralokasi dari DPA tahun 2018, sehingga dapat membantu untuk membeli limbah plastik dari masyarakat.

“Yang biasa bank sampah UKM Pramuka membeli dengan harga seribu rupiah perkilo, melalui DPA DLH meng-support menjadi 2000 rupiah, sehingga ada nilai tambahnya 100 persen dari sebelumnya, dengan harapan ditahun depan bisa bertambah lagi,” kata Sumedi kepada wartawan usai kegiatan.

Sumedi menjelaskan, limbah plastik yang telah dibeli akan dikelola sendiri oleh UKM Pramuka di tempat pengelolaan yang terletak di Andai, Distrik Manokwari Selatan, untuk menghasilkan barang jadi, seperti tutup galon, timba air, hanger, dan produk plastik lainnya yang bisa menghasilkan uang.

Sementara, Pembina UKM Pramuka Unipa Yohanes A. Lebang mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari melalui DLH yang sudah memberikan subsidi modal untuk pembelian limbah plastik.

Menurut Lebang, pemberian subsidi modal kepada Bank Sampah UKM Pramuka Unipa sangat baik untuk masyarakat. Sebab, dengan adanya subsidi harga beli limbah plastik per kilonya sedikit lebih mahal.

“Karena masyarakat inginkan kalau bisa 5000 rupiah per kilo, tetapi kita tidak punya cukup modal, sehingga masih dibeli dengan harga seribu rupiah,” jelas Lebang kepada wartawan.

Dikatakan Lebang, kurang lebih 130 Kg limbah plastik yang berhasil dikumpulkan dalam kegiatan tersebut.

“Kami berharap ada subsidi dari pemerintah lagi, karena dampaknya nanti yang merasakan juga masyarakat. Kalau bisa dibeli 5000 per kilo, maka dengan sendirinya limbah plastik tidak akan berserakan di jalan, karena sudah bisa dijual,” tukasnya.[SDR-R3]