Pasific Pos.com
Papua Barat

Hari Ini, Parjal Rencana Unjuk Rasa ke Mapolda Papua Barat

Manokwari, TP – Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat berencana mengadakan aksi unjuk rasa damai ke Markas Polda Papua Barat, hari ini, Senin (12/2).

Panglima Parjal Papua Barat, Ronald Mambiew mengatakan, terkait aksi ini, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan ke Polres Manokwari.

“Sudah ada surat balasan dari Polres, tetapi isinya seperti apa, saya belum tahu,” kata Mambieuw kepada Tabura Pos di Sekretariat Parjal Papua Barat, Minggu (11/2).

Dikatakannya, aksi ini untuk menuntut Polda Papua Barat terbuka terhadap pelimpahan kasus dugaan korupsi pengadaan kapal kargo Sorsel Indah yang diduga melibatkan mantan Bupati Sorong Selatan (Sorsel), Otto Ihalauw. Apalagi, ungkap dia, dalam dugaan korupsi ini, ada surat sakti untuk mem-back up pelakunya.

Ditambahkannya, aksi unjuk rasa ini juga menuntut Polda Papua Barat segera menutup toko elektronik, Bintang Jaya di Jl. Trikora, Wosi, Manokwari yang kedapatan menyimpan ratusan karton minuman keras (miras) jenis Vodka, beberapa waktu lalu. “Saya minta persoalan ini harus diproses, toko elektronik Bintang Jaya harus dicabut izinnya,” pinta Mambieuw.

Dia mengklaim, Parjal tidak akan tinggal diam terhadap berbagai kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani Polda Papua Barat, tetapi masih berjalan di tempat. Ia menegaskan, Parjal tidak akan kompromi dengan kasus-kasus korupsi.

Disinggung tentang adanya upaya ‘tutup mulut’ yang dilakukan aparat penegak hukum dalam rencana aksi unjuk rasa damai ini, ia menegaskan, Parjal akan tetap konsisten. “Kalau nanti ada upaya atau deal-deal khusus atau kongkalikong, kami tidak akan terima,” katanya.

Mambieuw membeberkan, khusus waktu kedatangan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian ke Manokwari, beberapa waktu lalu, seharusnya Parjal melakukan aksi unjuk rasa damai.

Namun, dia mengatakan, Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi menolak pelaksanaan aksi unjuk rasa tersebut.

“Polres dan Polda minta kami bersabar, karena nanti akan dilakukan audiens dengan Kapolri. Ternyata tidak ada, itu penipuan yang dilakukan,” tukas Mambieuw. [BOM-R1]