Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Hari ini Kabupaten Nduga Laksanakan Pencoblosan

 

Timika, – Komandan Korem (Dandrem) 172/PWY Kol. Inf. J. Binsar P. Sianipar memastikan bahwa Kamis (28/6) masyarakat kabupaten Nduga dapat menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018.

Hal ini dinyatakan oleh Dandrem setelah berkunjung ke Nduga dan berbicara langsung dengan Bupati. “Kami sudah sepakat bahwa besok akan dilaksanakan pemungutan suara yang dipusatkan di Kenyam,” ujar Dandrem.

Dijelaskannya pula, bahwa kepala kepala distrik , kepala kampung semua akan berkumpul di Kenyam dan menggunakan sistim noken.

Pada kesempatan p Danrem 172/PWY Kolonel Inf Binsar Sianipar berpesan kepada Prajurit TNI/Polri agar selalu waspada dan bisa ambil tindakan jika situasi lagi darurat.

“Besok akan dilaksanakan pencoblosan Pemilu Gubernur.
Danrem meminta kepada seluruh anggota TNI kordinasi dengan Pihak Kepolisian supaya melaksanakan pengamanan pada saat pencoblosan.

Dalam pertemuan tersebut Bupati Nduga Yarius Gwijangge S.Sos, M.Si. memberikan keterangan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan pihak kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) bahwa mereka bukan minta uang atau makanan akan tetapi minta Papua Merdeka. “Kelompok separatis yang sekarang berada di Kabupaten Nduga merupakan kelompok gabungan dari Timika, Lani jaya, Puncak Jaya dan Nduga ” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan untuk pelaksanaan Pilkada Gubernur di wilayah Nduga lain daripada daerah lain.

“Hasil suara dari Nduga akan disampaikan ke provinsi setelah diketahui siapa yang unggul. Artinya hasil suara pemilu dari Nduga menyatu untuk diberikan kesalahsatu calon. Tujuannya supaya siapa nanti yang menjabat menjadi Gubernur memperhatikan pembangunan di Wilayah Nduga. Itu sudah sering dilakukan karena mengikuti ada istiadat yang berlaku di wilayah kabupaten Nduga,” ujar Bupati Gwijangge.

Menanggapi penyampaian bupati, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Lukas Sadipun mengatakan bahwa keinginan KKSB yang meminta merdeka pisah dari NKRI, tidak ada kompromi untuk NKRI ini. “TNI akan menindak KKSB tersebut. Untuk pelaksanaan Pemilukada tetap dilaksanakan karena tidak ada alasan menurut undang-undang Pemilu tidak dilaksanakan,” ujar Dandim tegas.

Lebih lanjut Dandim mengatakan, terkait hasil suara mau diberikan kesalah satu calon tertentu itu bukan urusan pihak TNI sebagai pihak keamanan. ” Tugas kami yaitu harus mengamankan dan mensukseskan pemilu secara demokratis sesuai aturan yang berlaku ” ujar Dandim.