Pasific Pos.com
Ekonomi & Bisnis

Harga Tiket Wamena-Jayapura Tembus Rp 3 Juta

Jayapura,- Harga tiket pesawat Wamena- Jayapura gila-gilaan. Bahkan, untuk mendapatkan tiket saja sangat sulit baik untuk masyarakat maupun pejabat pemerintah.

Menurut Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Politik Simeon Itlay, harga tiket untuk satu kali penerbangan saja, penumpang harus rela merogoh kocek dari Rp 2 juta hingga Rp 3 jutaan.

“Saya bicara fakta karena saya baru dari Wamena, saya tanyakan Sekda Wamena mereka saja sulit mendapatkan tiket,” ujar Itlay dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Optimalisasi pelayanan sarana transportasi untuk mengantisipasi hari raya idul fitri 1 syawal 1439 H tahun 2018 dan buka puasa bersama mitra perhubungan, Kamis (7/6/2018).

Itlay mengatakan, rapat koordinasi terkait sarana transportasi jelang hari-hari besar di Papua baik idul fitri maupun natal dan tahun baru sudah pasti dilakukan tiap tahun.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah tingginya harga tiket pesawat di Papua. Kalau memang ada calo tiket harus ditertipkan dan memberikan sanksi. “Saya minta dinas perhubungan tertibkan calo tiket yang ada di banda Jayapura, Wamena maupun di bandara lain di seluruh Papua,” ujarnya.

Masih menurutnya, arus mudik di Papua masyarakat paling banyak menggunakan jalur transportasi udara. Karena transportasi darat yang baru tembus antar kabupaten hanya di wilayah Mamta. “Transportasi udara masih dominan diminati masyarakat diikuti transportasi laut,” urainya.

Kepala Bandar Udara Jayapura Antonius Widyo Praptono mengatakan, menjelang Bulan Suci Ramadan 1439 Hijriah Tahun 2018, Bandar Udara Sentani membuka posko pengaduan bagi masyarakat.

Posko pengaduan ini setiap tahun dibuka guna mendengar tanggapan pengguna transportasi udara mengenai fasilitas dan pelayanan di Bandara Udara Sentani.

Antonius mengatakan, dibukanya posko di Bandara ini memang setiap tahun dilakukan dan itu tepat pada waktu menjelang Bulan Suci Ramadan yang kali ini bertepatan libur sekolah.

“Tujuan dibukanya, posko pengaduan untuk mengantisipasi hal-hal yang dialami penumpang terlebih keselamatan penumpang apalagi diperkirakan pada saat itu, terjadi lonjakan penumpang yang sangat dratis dari keadaan normal,” ujarnya pada rapat koordinasi.

Untuk penambahan pesawat, ia menyampaikan, sementara ini belum ada permintaan menjelang Bulan Suci Ramadan. ”Jika pun ada, bandara siap menampungnya,” tegasnya.

Manajer Kantor Perwakilan Trigana Air Service Jayapura Budiono mengatakan, pesawat penumpang Trigana ditarik ke Surabaya selama dua bulan ini. Sehingga kita layani penumpang dengan pesawat ATR dengan 60 sit. “Bukan kita sendiri, Nam Air dan Wing Air juga alami hal yang sama. Pesawat kecil tapi penumpang yang sangat banyak,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mengatasi banyaknya penumpang dari Jayapura ke Wamena dan kembali ke Jayapura, pihak Trigana sudah kembali minta supaya pesawat yang ditarik dikembalikan ke Jayapura, dan direncanakan besok (Jumat) sudah tiba di Jayapura.

Dengan demikian, dirinya optimis arus penumpang dari Jayapura ke Wamena bisa dapat teratasi. Terkait dengan tingginya harga tiket, dirinya mengaku tiket Trigana Jayapura Wamena dijual dengan harga Rp 835.000.00,- dan dijual secara online.

Selain itu, ia minta kepada pihak dinas perhubungan dan pihak bandara untuk dapat menertibkan calo tiket di bandara dan kalau bisa masyarakat juga ditertibkan, karna banyak calon penumpang yang masuk ke bandara tanpa identitas diri. Harapnya.