Pasific Pos.com
Papua Selatan

Harga Barang Naik Akibatkan Merauke Alami Inflasi

MERAUKE,ARAFURA,-Terkait dengan perkembangan indeks harga konsumen/inflasi di Kabupaten Merauke pada tahun 2018 ternyata pada Juni 2018 terjadi inflasi sebesar 0,59 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 133,77. Dari 82 kota IHK, seluruhnya mengalami inflasi dimana inflasi tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 2,71 persen dengan IHK sebesar 146,13 dan terendah terjadi di Medan dan Pekan baru masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 136,47 dan 134,60. Merauke mengalami inflasi 0.54 persen dengan indeks harga konsumen 139,93.

Berdasarkan rilis resmi yang diperoleh ARAFURA News dari pihak BPS Merauke kemarin, diketahui bahwa Merauke menempati urutan ke-51 di tingkat nasional dan ke-17 di tingkat Sulampua. Inflasi tahun kalender Merauke di Bulan Juni 2018 sebesar 4.60 dan inflasi year on year (Juni 2018 terhadap Juni 2017) sebesar 3.22 persen. Inflasi di Merauke pada Juni 2018 terjadi karena karena adanya kenaikan harga barang dan jasa yang ditunjukkan oleh kenaikan angka indeks pada kelompok pengeluaran: kelompok transportasi 13,81 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen; sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar -3,05 persen; dan kelompok sandang sebesar -0,02 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Merauke dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru tahun 2012 (2012 = 100) hasil SBH 2012, di Merauke pada Bulan Juni tahun 2018 terjadi Inflasi sebesar 0,54 persen atau terjadi kenaikan angka IHK dari 139,18 pada Mei 2018 menjadi 139,93 pada Juni 2018.Secara umum, keseluruhan dari 82 kota mengalami Inflasi (termasuk Merauke). Inflasi di Merauke pada Juni 2018 karena karena adanya kenaikan harga barang dan jasa yang ditunjukkan oleh kenaikan angka indeks pada kelompok pengeluaran: kelompok transportasi 13,81 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen; sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,05 persen; dan kelompok sandang sebesar -0,02 persen.