Pasific Pos.com
Papua Barat

Hampir Diperkosa, Guru Honorer di Pegaf Juga Jadi Korban Penganiayaan

Manokwari, TP – Salah seorang guru honorer di SD Inpres Suteibei, Kampung Suteibei, Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) menjadi korban percobaan pemerkosaan sekaligus penganiyaan yang dilakukan orang tak dikenal.

Wanita kelaharian Malimbong tanah toraja berusia 27 tahun berinisial M, menjadi korban biadaban orang tak dikenal di jalan poros Kampung Imbay, Distrik Anggi, Sabtu (14/7) sekitar pukul 18.30 WIT.

Kronologis kejadiannya, dijelaskan Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi melalui Paur Humas Polres Manokwari, Aiptu Daslani, pada hari Sabtu (14/7) sekitar pukul 18.05 WIT, korban dengan rekannya Nosma, pulang dari Gereja Oikumene di Kampung Imbay, Distrik Anggi, dan singgah di rumah teman mereka bernama Dian.

Setelah melanjutkan perjalanannya pulang kerumah di Komplek Perumahan Guru SD Inpres Suteibei,  di perjalanan tepatnya di jalan poros Kampung Imbay, munculah seorang laki-laki tidak dikenal dan memegang bahu korban dari belakang dan merampas ponsel korban yang saat itu digunakan untuk penerangan (senter).

Kemudian, dituturkanya, korban langsung dibanting oleh pelaku ke tanah dan menindih badan korban sambil mencekik leher korban sambal menurunkan celana korban sampai dibagian paha (atas lutut).

“Korban sempat berusaha melawan dan mengambil batu lalu memukul pelaku, akhirnya pelaku bangun dan melarikan diri,” ujar dia, dalam pres realese yang diterima Tabura Pos, Senin (16/7).

Lanjut dia, di saat itulah korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari kea rah rumahnya sambil berteriak meminta pertolongan.

Terkait kejadian itu, menurut Daslani, korban telah dimintai keterangan kronologis kejadian dan sudah di bawah ke ke Puskesmas Anggi untuk menjalani visum.

Menurut dia, anggota Polsek Anggi juga sudah mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyidikan, berupa sweater warna abu-abu uang digunakan korban saat kejadian, dimana pada sweater tersebut terdapat noda tanah dibagian penutup kepala belakang.

Selain itu, diamankan juga celana panjang berwarna coklat hitam dengan noda tanah dibagian lutut sebelah kanan dan bagian pantat belakang, syal warna ungu hitam, baju kaos lengan panjang warna putih, tangtop berwarna merah, dan handphone Samsung berwarna grey.

Lanjut dia, ada pula batu berwarna coklat yang digunakan korban untuk melakukan perlawanan saat pelaku mencoba memperkosa korban.

Akibat kejadian itu, diungkapkan Daslani, korban saat ini masih mengalami trauma, dan belum bisa menjalankan tugasnya sebagai guru honorer. “Kasus ini masih dalam proses penyidiakn oleh Polsek Anggi,” tukas Daslani. [BOM]