Pasific Pos.com
Papua Tengah

Guru SMA/SMK Bukan Malaikat, Laksanakan Tugas Tanpa Makan

NABIRE – Kondisi para guru SMA dan SMK yang hingga kini memasuki bulan kedua tidak menerima gaji, bukan saja menjadi bahan pembicaraan para guru, akan tetapi juga orang tua murid dan kini datang dari ketua Komite SMA Negeri 3 Nabire Utrech Marey.

Dimana ketua komite yang satu ini berpendapat bahwa, guru itu bukan malaikat yang melaksanakan tugas tanpa makan, sehingga dirinya meminta kepada pengelola adminitrasi gaji guru SMA dan SMK agar jangan tinggal diam diri.

Sementara para guru yang merupakan ujung tombak kemajuan dan kecerdasan Sumber Daya Manusia (SDM) harus menanti gaji yang merupakan hak mereka yang tak kunjung ada kabar yang jelas dan jika pejabat makan, maka para gurupun juga harus makan.

Dan hingga saat ini gaji para guru SMA dan SMK tidak diterima, kira-kira siapa yang harus bertanggung jawab? dan siapa pula yang patut disalahkan? sesungguhnya orang bersalah harus jujur mengakui kesalahan, maka sudah pasti semua Lembaga Pemasyarakatan (LP) di dunia ini sudah penuh dengan dengan tahanan atau Narapidana.

Ketua Komite SMAN 3 Nabire Utrech Marey kepada Papuapos Nabire Kamis (8/2) di seputar Kantin SMAN 3 Nabire menambahkan, sesungguhnya kami selaku orang tua murid tidak punya hak mengomentari hal ini, namun orang tua, pemerintah dan pihak sekolah adalah mitra kerja yang erat dalam rangka membangun dunia pendidikan.

Jika aturan serta wacana pengalihan status guru SMA dan SMK itu baru terjadi dan dilaksanakan pastilah kita menyadarinya, akan tetapi wacana ini sudah jalan semenjak tahun 2016 silam atau dua tahun lalu dan kita di Provinsi Papua tunda laksanakan satu tahun di tahun 2017 lalu.

Untuk itu, selaku ketua komite sangat prihatin atas kondisi yang kini menimpa para guru-guru SMA dan SMK di daerah ini dan jika kondisi ini terus berkepanjangan kira-kira siapa yang harus bertanggung jawab dan jika tidak ditangani secepatnya maka ini akan menjadi ‘dosa’ yang tidak bisa diampuni bagi mereka yang sengaja melakukan hal ini.

Karena kebutuhan makan atau hidup menyangkut hak hidup setiap orang yang harus hidup merdeka dalam diri dan keluarga yang tidak bisa dibatasi oleh siapapun dan pihak manapun dan harus disadari bahwa tahapan ujian telah diambang pintu, guru harus fokus menghantarkan anak-anak ke ujian agar mereka lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. (des)